'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Workshop MGMP Guru PAI SMA dan SMK Tuban, Drs. Sahid "Guru Itu Sudah Ditulis di Lauhilmachfudz Sejak Usia 4 Bulan Dalam Kandungan"
05 September 2018 10:29 WIB | dibaca 1071
TUBAN.AISYIYAH.OR.ID. Rabu (5/9/2018) bertempat di gedung Pusat Belajar Guru (GPB) yang terletak di Jl. Panglima Sudirman No. 283 Tuban diadakan Workshop Penguatan Implementasi Kurikulum 2013.
 
Acara ini merupakan agenda dari MGMP yang sudah lama direncanakan namun bisa terlaksana. Workshop ini akan dilaksanakan selama 3 kali, yaitu tanggal 5, 12 dan 19 September 2018.
 
"Kegiatan ini sudah lama diagendakan oleh MGMP, namun baru bisa terlaksana. Hal ini dikarenakan padatnya kegiatan di Agustus kemarin jadi diundurkan dan alhamdulillah baru bisa terlaksana hari ini.
 
Drs. Sahid (Kepala Kantor Kemenag Tuban) yang saat itu hadir untuk membuka workshop tersebut mengapresiasi workshop tersebut.
 
"Baru kali ini saya diundang MGMP semenjak saya dilantik tahun 2017 yang lalu. Ini pertemuan yang langkah bagi saya. Saya mengapresiasi atas kegiatan ini. Insya Allah kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita ke depan." Ucap Sahid
 
Dia mengatakan bahwa jadi guru bukanlah cita-cita, tapi ini sudah ditakdirkan oleh Allah sejak dalam kandungang.
 
"Tugas kita ini mulia karena kita sebagai guru, insya Allah sudah tertulis di lauhilmachfudz sejak usia 4 bulan dalam kandungan. Karena usia itu Allah sudah tetapkan beberapa hal atas diri kita." 
 
"Kita kadung menjadi guru, maka tugas ini harus dipertanggung jawabkan. Kualitasnya ditingkatkan, karena tidak menutup kemungkinan, kita ini mengajar baru sebatas iqro', baru sebatas tilawah. Oleh karena itu, jadilah guru yang kaafah, yang patut dicontoh bagi anak didiknya." Tambah dia
 
Dia juga menyampaikan rasa prihatinnya atas nasib guru PAI di Tuban di antaranya tentang jumlah guru agama yang dirasa kurang.
 
"Saya prihatin akan jumlah guru-guru PAI SMK sangat sedikit. Oleh karena itu saya minta pada pak Edy (Edy Sutrisni, kepala Cabdin Tuban, red) kalau ada tes guru, saya minta guru-guru PAI didahulukan dan saya akan ikut mendapinginya." Tuturnya
 
Di akhir sambutannya, dia mengajak para guru PAI yang tergabung dalam MGMP untuk menjadikan tugas sebagai guru semata-mata pengabdian pada Allah.
 
"Kesempatan ini saya mengajak, mari kuatkan tekad kita, luruskan niat kita bahwa tugas kita ini semata-mata untuk pengabdian kepada Allah SWT. Satu hati jadi yang terdepan." pungkasnya
 
Sementara itu, Edy Sukarno, M.Pd (Kepala Cabdin Prov. Jatim Wilayah Tuban) yang juga pernah aktif di MGMP menghimbau agar para guru PAI jangan khahawatir.
 
"Saya dulu juga guru dan aktif di MGMP jd saya tahu persis nasibnya MGMP. Jadi Pak Lutfi dan kawan-kawan tidak usah khawatir, karena Allah itu Maha Pengasih. Saya kalau diundang guru karena urusannya dengan siswa, saya berusaha untuk harus hadir karena jadi guru itu menyenangkan." Kata dia
 
Dia juga berpesan agar jadi guru PAI harus mengikuti perkembangan teknologi, jangan kalah dengan siswa-siswanya.
 
"Jadi guru agama yang pertama, perhatikan hal-hal kecil, contohnya siswa satu kelas disuruh shalat dan coba perhatikan. Kedua tentang sangsi. Kita sering memarahi siswa, guru agama marqh, guru BP marah, guru olahraga marah di rumah dimarahi ibunya. Coba anak sebelum diberi nasihat, anak suruh wudhu dan shalat 2 rakaat. Yang ketiga harus kreatif, jangan kalah dengan siswa dalam menggunakan teknologi." Imbuhnya
 
Mengingat panasnya suhu pokitik menjelang Pilpres 2019, Edy Sutrisno berharap pada para guru PAI agar terus menyampaikan pesan-pesan Islam yang damai, yang rahmatan lil'alamain.
 
"Jadi guru agama Islam, harus menyampaikan pesan bahwa Islam itu rahmatanlil'alamin, apa lagi saat ini situasinya panas menjelang Pilpres 2019, banyak pesan-pesan politik melalui spanduk sudah bertebaran." Imbuhnya
Iwan Abdul Gani
Shared Post: