'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Ternyata UII Awalnya Bernama STI dan Inilah Para Tokoh Pendirinya
26 April 2019 15:12 WIB | dibaca 408
 
Sepenggal sejarah...
 
Pada 8 Juli 1945 bertepatan dengan 27 Rajab 1364 berdiri Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jakarta. Berdirinya perguruan tinggi Islam ini atas prakarsa para tokoh dari berbagai ormas Islam di Indonesia; seperti KH. Hasjim Asy'ari, Ki Bagus Hadikusumo, KH. Kahar Mudzakkir, KH. Wahab Hasbullah, KH. Mas Mansoer, Mohammad Roem, Mohammad Natsir, Moh. Hatta, dan lain-lain.
 
Berdirinya Sekolah Tinggi Islam ini bertujuan agar kaum muslimin bisa mempelajari Islam di lembaga pendidikan tinggi setingkat universitas. Diantara panitia berdirinya STI itu adalah: Moh. Hatta (Ketua), Moh. Natsir (Sekretaris), Prawoto Mangkusasmito (Wakil Sekretaris).
 
Diantara para pengajar di STI adalah: Mohammad Rasjidi, Haji Agus Salim, KH. Mas Mansoer, KH Wahab Hasbullah, KH. Moenawar Cholil, Abdul Hamid Hakim, M. Zain Jambek, St. Takdir Alisjahbana, dll.
 
STI adalah cikal bakal dari kampus Islam yang megah saat ini; Universitas Islam Indonesia (UII), yang sekarang berada di Jogjakarta.
 
Diantara murid angkatan pertama STI adalah Soebianto Djodjohadikoesoemo, yang kemudian gugur dalam perang kemerdekaan di Lengkong, Jawa Barat. Soebianto adalah Ketua Persatuan Pelajar STI dan paman dari Capres 02 Prabowo Subianto.
 
Ketika gugur, di saku Soebianto ditemukan secarik kertas bertuliskan, "Kita tidak sendirian, beribu-ribu orang bergantung kepada kita. Rakyat yang tak pernah kita kenal, rakyat yang mungkin tak akan pernah kita kenal. Tetapi apa yang kita lakukan sekarang, akan menentukan apa yang terjadi kepada mereka"
 
(Arta Abu Azzam, 26/4/19)
 
#Jumatberkah
#Sejarah
Shared Post: