'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Ternyata ABG berseragam ala Militer Pengaman Tabligh Akbar Di PCM Palang adalah KOMPAS PM
11 Desember 2018 15:08 WIB | dibaca 1729
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Palang Kabupaten Tuban menggelar rangkaian acara untuk memeriahkan Milad Muhammadiyah ke 106. Di antaranya mengadakan perlombaan, pawai ta'aruf dan puncaknya adalah tabligh akbar yang digelar pada Ahad 9 Desember 2018 yang lalu.
 
Tabligh akbar sendiri digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Palang, menghadirkan nara sumber Bernama Nadjib Hamid M.Si yang merupakan wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
 
Saat Nadjib Hamid di Palang, disambut dengan meriah oleh warga Muhammadiyah dan dikawal pasukan Kokam serta KOMPAS PM. Yang menarik perhatian adalah KOMPAS PM.
 
Ternyata banyak banyak warga Muhammadiyah yang belum tahu jika Pelajar Muhammadiyah memiliki pasukan khusus yang diberi nama KOMPAS PM. Hal tersebut membuat sebagian warga bertanya-tanya saat melihat aksi pasukan ini.
 
KOMPAS PM  merupakan singkatan dari Komando Pasukan Pelajar Muhammadiyah, dibawah naungan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Atas saran dan  ide IPM Bojonegoro agar IPM Tuban segera mendirikan KOMPAS, maka pada tanggal 28 Agustus 2016, bertempat di Desa Mainin Rengel Tuban, Kompas PM Tuban didirikan dan telah diakui PW IPM Jawa Timur. Kompas PM sendiri sudah menyebar hampir di seluruh Jawa Timur, di antaranya Tuban, Lamongan, Ponorogo dan Ngawi.
 
Saat pawai ta'aruf yang dilakasanakan pada sabtu 8 Desember 2018, dan tabligh akabar yang dilaksanakan pada hari Ahad, Pasukan yang terdiri dari pelajar tersebut bersinergi dengan KOKAM, turut serta dalam mengawal jalannya acara.
 
 
Sementara itu, Nadjib Hamid dalam ceramahnya pada tabligh akbar menyatakan bahwa Kiprah Muhamadiyah telah dimulai sebelum berdirinya Negara ini. Muhammadiyah adalah salah satu komponen bangsa yang masih ada sampai hari ini, yang ikut merintis kemerdekaan, ikut memerdekakan, ikut memberi landasan yang kuat bagi tegakya negeri ini. 
 
“Tokoh-tokohnya terlibat dalam penyusunan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia termasuk dasar Negara Pancasila. Kibagus Hadi Kusumo yang baru saja dikuhukan sebagai Pahlawan Nasional adalah salah seorang dari sedikit orang yang meletakkan dasar Negara Indonesia. “ ucapnya
 
Dia mengatakan bahwa, Muhammadiyah terus berkontribusi melalui pendidkan, kesehatan dan social, hingga ribuan lembaga pendidkan dimiliki oleh Muhammadiyah, lembaga kesehatan termasuk panti-panti asuhan.
 
“Hanya saja belakangan ini banyak pihak yang merasa paling Indonesia, menepuk dada sambil mengatakan Saya Indonesia, saya Pancasial, NKRI harga mati, tetapi tidak berbuat apa-apa, bahkan malamnya berjudi, mengembangkan prostitusi dan seterusnya.” Kata dia
 
Kata dia, Negara ini didirikan bukan oleh partai-partai yang sok gagah mengatakan dirinya paling NKRI. Tidak satupun partai yang ikut mendirikan republik ini. Oleh karen itu kata dia, Muhammadiyah memasuki usia 106 tahun ini, perlu spirit baru yang kemudian dirumuskan dalam rapat konsolidasi tingkat nasional awal Maret lalu yang disebut dengan Jihad Politik.
 
“Muhammadiyah memandang tidak cukup jihad dilakukan pada ujung akhir ketika ada Undang-Undang bermasaalah dan digugat oelah Muhammadiyah lalu menang tetapi dicuekin dianggap tidak ada. Muhammadiyah merasa belum cukup melakukan jihad di hilir, melalui jihad konstitusi.” Pungkasnya
 
Jihad politik tidak dimaksudkan untuk mengubah wajah Muhammadiyah menjadi partai politik, namun kata dia, tetapi lebih peduli lagi terhadap perkembangan politik Nasional. (Reza)
Shared Post: