'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Tangis Haru Warnai Wisuda Tahfidz MBS Al-Islam Bancar
21 Juni 2022 19:08 WIB | dibaca 153

 

Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al-Islam Bancar pertama kalinya menyelenggarakan wisuda tahfidz Qur'an, Selasa (21/6/2022).

 

Satu persatu wisudawan dan wisudawati namanya dipanggil ke atas panggung, masing-masing wisudawan diberikan sertifikat dan kalung wisuda. Mereka nampak begitu senang. 

 

Suasana pun berubah menjadi haru ketika para wisudawan melakukan prosesi sungkeman dengan orang tuanya. Tangis haru tak terbendung dari orang tua dan santri. 

 

Beberapa wali santri terisak, air mata bahagia mengalir dari sudut matanya, sesekali disekanya dengan tisu yang lainnya dengan ujung jilbab.

 

Wakil Mudir MBS Al-Islam Bancar, Zainal Arifin mengatakan, para santri hanya ditarget 9 juz, namun karena semangat ingin menghafal Al-Qur'an, sehingga ada santri yang telah melampaui target tersebut.

 

Di samping hafal Al-Qur'an, para santri juga dituntut untuk menguasai dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris.

 

"Alhamdulillah hasil dari ujian, ada yang jayid dan ada yang jayid jiddan, belum ada yang mumtaz. Bahkan ada yang telah menghafal hadits Arba'in Nawawi, saya sebagai ustadznya belum hafal. Ini patut dibanggakan,"ucapnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua PDM Tuban, Nurul Yakin turut bangga atas capaian dalam menghafal Al-Qur'an oleh para santri.

 

"Luar biasa. Atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tuban saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bancar dan wluruh pengurus dan pengasuh Pesantren MBS Al-Islam Bancar yang dalam waktu singkat sudah bisa mencetak penghafal Qur'an hampir sepertiga dari Al-Qur'an,"ucapnya.

 

Sebagaimana sabda Nabi, Sebaik-baik kamu adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengamalkannya, Nurul Yakin mengatakan, belajar Al-Qur'an termasuk di dalamnya adalah menghafalnya. 

 

 

Dia juga menjelaskan, Al-Qur'an diturunkan dalam waktu yang panjang selama masa kenabian, hal ini agar bisa meneguhkan dan dibacakan kepada Rasulullah dengan Tartil. Kemudian Rasulullah menyampaikan kepada umatnya.

 

"Kemudia Rasulullah menyampaikan kepada para sahabat juga secara tartil sehingga mudah dimengerti dan dipahami tidak ada kesalah,"jelasnya.

 

Lanjutnya, Al-Qur'an diturunkan dan Allah menjaganya. Salah satu bentuk penjagaan Allah terhadap Al-Qur'an adalah melalui para penghafal Qur'an.

 

"Penjagaan Allah terhadap Al-Qur'an diletakkan di dalam dada Rasulullah, kemudian Rasulullah melanjutkan kepada para sahabat dalam bentuk pemahaman dan menghafal kemduian dari sahabt dilanjutkan ke para tabi'in dan terus sampai kemudia sekarang anak-anakku, maka berbahagialah orang tua kalian karena kalian menjalan misi sebagai penjaga Al-Qur'an,"tandasnya.

 

Dia berpesan agar Al-Qur'an yang telah dihafal betul-betul dijaga dengan baik dan terus ditingkatkan. Tidak hanya dihafal tetapi juga dipahami maknanya dan diamalkan isinya.

 

"Anak-anakku. Kalian merupakan penerus Rasulullah, yang diberikan amanah oleh Allah untuk menjaga Al-Qur'an, maka pesan saya, jangan sampai hafalan ini hilang, terus ditingkatkan, tidak hanya dihafal tetapi difahami dan diamalkan,"pungkasnya.

 

Iwan Abdul Gani.

Shared Post: