'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Tanggapan Ketua 'Aisyiyah Terhadap Curhat Bupati Tuban di Rapimda 2 Pemuda Muhammadiyah
05 Maret 2018 09:21 WIB | dibaca 797
Foto bupati Tuban, KH. Fathul memberi sambutan saat membuka acara Rapimda 2 Pemuda Muhammadiyah Tuban (Iwan Abdul Gani)
 
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Tuban mengadakan Rapimda II di gedung dakwah Muhammadiyah Tuban dengan mengusung tema " Memperkokoh Integritas dan Produktifitas Kaum Muda Untuk Tunan Yang Sejahtera" Ahad 4-03-2018. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Tuban, KH. Fathul Huda.
 
Dalam sambutannya bupati Tuban menyampaiakan beberapa hal yang berkaitan dengan problem masyarakat, baik itu problem sosial, ekonomi maupun problem keagamaan yang ini semua tidak menjadi tugas sepenuhnya pemerintah daerha, tetapi ini tugas bersama.
 
Bupati mengatakan  "kita harus menjadi masyarakat yang reliji yang selalu mengamalkan nilai-nilai reliji ini, kita mengalami kesulitan baik amar ma'ruf maupun nahi munkar. Di Muhammadiyah saya temukan sudah mendeklarasikan gerakan anti narkoba"
 
"Saya sudah berikan pariwara bahwa, siapa yang bisa membuktikan di tempat karaoke itu ada prostitusi, peredaran narkoba dan miras, akan saya hadiahi umroh, tetapi sampai sekarang belum ada satupun yang melaporkan, padahal kalau kita lihat di media sosial, fotonya di situ jelas ada prostitusi ada minuman keras, saya suruh lacak foto itu asli apa tidak? Satpol PP saya marahi kenapa bisa terjadi seperti ini? Tetapi saya tidak bisa memarahi pemuda Muhammadiyah." Ucap bupati
 
Tentang dakwah amar ma'ruf, bupati Tuban menemukan banyak warga desa yang sampai tua belum bisa bersyahadat dengan baik
 
"Saya ketika jalan-jalan ke desa, masih banyak orang yang tidak bisa bersyahadat (memahami syahadat, red). Ketika saya di Margomulyo (nama desa, red),  100 meter dari plang Muslimat ada orang yang tidak mengerti bahwa setelah hidup ini ada kematian, saya panggil ketua Muslimatnya (untuk dinasehati, red) untungnya kok bukan 'Aisyiyah." Ungkap bupati 
 
  
Foto bupati Tuban, KH. Fathul memberi sambutan saat membuka acara Rapimda 2 Pemuda Muhammadiyah Tuban (Iwan Abdul Gani)
 
Bupati lalu mengatakan, "kita ini belum adil, saya sudah menerapkan bahwa orang miskin itu kalau sakit harus berobat (gratis, red), namun yang terjadi adalah hampir semua orang membuat surat tidak mampu sehingga pemkab kebobolan. Ini menunjukkan orang kayapun masih masih menggunakan haknya orang miskin."
 
Lanjut bupati "belum lagi Raskin, kan jelas beras untuk orang miskin, tapi kalau di desa, beras itu dibagi rata, saya sudah berusaha semaksimal mungkin mengubah mindset masyarakat seperti ini.
 
Di depan tamu undang dan peserta Rapimda yang di situ ada ketua ketua 'Aisyiyah tuban bupati mengatakan bahwa, semua diperlakukan adil, baik pemuda muhammadiyah, Ansor, 'Aisyiyah maupun Muslimat
 
"Ketika Ibu Ketua 'Aisyiyah (Hj. Nefi Mudholifatin, red) menghadap saya (menanyakan, red) "Saya (menyapaikan permohonan izin, red) sudah enam bulan kok belum keluar?" (Kata bupati memirukan ketua 'Aisyiyah, red) Saya telepon jangan-jangan 'Aisyiyah dipersulit izinnya, ternyata ada persyaratan yang belum terpenuhi, berarti bukan salah sayakan?" Ucap bupati
 
Di akhir sambutanya Bupati tuban berharap didukung baik dengan fikiran maupun dengan tenaga
 
"Oleh karena itu, sedapat mungkin mari kita wujudkan keadilan. Untuk yang belum bisa adil tadi, saya berharap didukung, mari kita pikir bersama". Ucap Bupati
 
Sementara itu ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Tuban, Hj. Nefi Mudholifatin menjawab curhat bupati mengatakan bahwa, 'Aisyiyah selama ini sangat memdukung penuh program pemerintah
 
  
Foto ketua 'Aisyiyah Tuban (berjilbab kuning dan berkacamata)   Hj, Nefi Mudholifatin di tengah-tengah peserta dan tamu undangan Rapimda 2 (Iwan Abdul Gani)
 
"Aisyiyah melakukan pembelajaran kepada ibu-ibu terutama lansia, banyak yang  melalui program Keaksaraan Fungsional (KF) bersinergi dengan dinas pendidikan untuk pemberantasan buta huruf." Ucap ketua PDA 
 
Lanjut ketua 'Aisyiyah, " Targretnya bisa menulis,  membaca dan menghitung , namun Aisyiyah menambah (inovasi, red) sendiri pembelajaran mengaji dan pengetahuan agama."
 
Lebih lanjut ketua 'Aisyiyah " Program tersebut (terdiri dari, red) satu kelompok 10 ibu waktunya 6 bulan namun 'Aisyiyah tidak membatasi jumlah sehingga biaya tambahan anggota didanai Aisyiyah sendiri."
 
"Ibu-ibu lansia sangat senang karena bisa membca qur'an yang sebelumnya tidak bisa, bahkan juga diberikan plajaran Islam". Ucap ketua 'Aisyiyah
 
Untuk masalah ekonomi, 'Aisyiyah berkomitmen membantu pemerintah dalam hal pemberdayaan ekonomi dengan mendirikan koperasi
 
'Aisyiyah Tuban melalui majelis ekonomoi mendirikan koperasi berbasis syari'ah berisnergi dengan dinas ekonomi, dinas koperasi dan perdagangan  yang mana koperasi-koperasi ini tersebar di beberapa pimpinan cabang 'Aisyiyah se-kabupaten Tuban yang jumlah keseluruhan menurut ketua 'Aisyiyah ada 23 koperasi
 
"Koperasi yang aktif ada 23, untuk koperasi  syari'ah ada 20, koperasi simpan pinjam ada 2
2 kop simpan pinjam dan koperasi konsumem ada 1, jadi total keseluruhan ada 23 koperasi." Ucapnya 
 
Berdasarkan pantauan redaksi, untuk melestarikan budaya Tuban berupa batik dan memperdayakan ekonomi masyarakat Tuban, 'Aisyiyah melakukan pelatihan membatik dan hasilnya sekarang 'Aisyiyah sudah bisa memproduksi batik yang untuk sementara baru dipasarkan di kalangan sendiri 
 
Berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat, 'Aisyiyah Tuban juga sudah beberapa kali mengadakan pengobatan gratis dengan menggandeng Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban.
 
Iwan Abdul Gani
Shared Post: