'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Siswa-Siswi Kelompok Bermain dan Aisyiyah Bustanul Athfal Leran Wetan Diserahkan Kembali Ke Orang Tuanya
28 April 2019 13:35 WIB | dibaca 590
 
Sebanyak 60 siswa-siswi Kelompok bermain dan 59 siswa-siswi Aisyiyah Bustanul Athfal Leran Wetan diserahkan kembali kepada orang tuanya masing-masing, hal ini pertanda siswa-siswa tersebut telah menyelesaikan pendidikan di KB maupum ABA.
 
Acara pelepasan siswa-siswa tersebut digelar di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tuban, Ahad (28/4/2019) dihadiri oleh pengurus Muhammadiyah dan Ortom Cabang Palang dan juga dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tuban, Hj. Neffi Mudholifati
 
Pada acara pelepasan tersebut, pihak sekolah mendatangkan penceramah dari luar Tuban bernama Abdul Hamid Muhammad LC, berasal dari unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan
 
Dalam ceramahnya dia mengatakan bahawa mendidik anak di usia dini memerlukan kesabaran yang extra dan keuletan, dan yang bisa melakukan hal itu adalah kaum perempuan.
 
"Tidak ada guru TK laki-laki, hal ini dikarenakan perempuan terkenal dengan ketelatenan dan kesabaran." Ucapnya
 
Atas nama pribadi dan keluarga besar Muhammadiyah l, dia mengapresiasi atas kusesan para ibu guru yang telah berjuang mengantar putra-putri bangsa menjadi anak-anak yang saleh dan menyejukkan pandangan
 
"Terimakasih pada semua pihak dari ibu-ibu guru, pimpinan Cabang Muhammadiyah, Ortom dan orang tua atas kerja samanya semoga Allah membalas semua kebaikannya."ucapnya
 
Berdasarkan pengalaman mengisi acara pelepasan siswa-siswi usia dini dia mengatakan mengisis acara seperti itu tidak gampang, karena kebiasaan orang tua wali setelah anaknya di lepas, semantara acara belum selesai, orang tua wali sudah berbondong-bondong meninghalkan tempat diadakannya kegiatan, namun tidak demikian dengan orang tua wali dari Lembaga pendidikan Aisyiyah Leran Wetan.
 
Kata dia, bagi orang tua yang menuggu acara ini samapai selesai, Allah akan melimpahkan Rahmah sebagaimana yang disabdakan Nabi.
 
"Rahmat itu tidak bisa diterjemahkan tetapi dirasakan." Kata dia
 
Menyaksikan antusiasnya orang tua, guru dan juga tamu udangan dalam acara tersebut, dia mengatakan tidak ada kalimat yang pantas diucapkan kecuali syukur pada Allah. Dia berharap kebersamaan itu terus terjalin dengan baik
 
"Yang jadi masalah adalah kegembiraan ini hanya sampai di sini atau terus berlaku besok dan selanjutnya? Kemesraan ini jangnlah cepatlah berlalu."pungkasnya
 
Dia juga mengatakan bahwa anak itu macam-macam wataknya, hari ini adik, besok-besok jadu adju (musuh, rer). 
Oleh karena itu dia menghimbau pada semua pihak, terutama orang tua untuk selalu berdoa yang terbaik bagi putra-putrinya dan memilih pendidikan yang baik agar anak-anak akan tumbuh dan besar menajdi generasi-generasi membanggakan.
 
Sekolah yang baik menurut dia adalah sekolah yang menerapkan kurikulum terpadu seperti yang dilakukan oleh Lembaga pendidikan di bawah naungan Aisyiyah, di mana agama diajarkan, ilmu umumpun, serta standar kelususannya berdasarkan akhlaqul karimah.
 
"Kata imam syafi'i, manusia tidak dikatakan berilmu sebelum dia mempraktekkan di tengah-tengah masyarakat dengan akhlak yang baik." Ujarnya
 
Dia meminta kepada orang tua agar selalu memberi contoh yang baik pada putra-putrinya, sebab kata dia, sebaik apapun sekolah yang dipilih orang tua, semua itu akan sia-sia jika orang tua tidak memberikan teladan yang baik.
 
Iwan
Shared Post: