'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Sinergi Antara Orang Tua Siswa Dan Gruru, SD Muhammadiyah 2 Palang Gelar Pertemuan Rutin
04 Agustus 2018 11:22 WIB | dibaca 697

Ilutrasi Gambar: Iwan Abdul Gani

Peranan orang tua siswa sebagai patner guru dalam mendidik anak-anak tidak bisa dipisahkan. Bahkan orang tualah yang hakikatnya memiliki peran utama sesungguhnya dalam pendidikan. Sedangkan guru hanya sebagai fasilitator, pembimbing, orang tua kedua di sekolah. Namun, justru hanya sebagian kecil saja yang memahami hal tersebut.

Untuk mengubah presepsi tersebut maka penting sekali sekolah menyelenggarakan pertemuan rutin bersama orang tua wali murid. Selain dibuat kesepahaman dalam mendidik anak-anak juga dijabarkan kegiatan-kegiatan sekolah yang akan diselenggarakan sekolah. Sehingga orang tua mengetahui semua program sekolah. Orang tua juga bisa meminta informasi tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dari segi manfaatnya bagi pendidikan anak-anak.

Dengan demikian guru dan orang tua dapat bersinergi dan mengembangkan komunikasi horizontal bersifat kekeluargaan dalam mendidik anak-anak. Apa yang dilakukan siswa disekolah perlu diketahui orang tua. Dan begitu juga sebaiknya, lingkungan keluarga siswa perlu diketahui guru untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang bisa muncuk dalam perjalanan pendidikan nantinya.

Pendidikan itu butuh keteladanan. Keteladanan yang pertama dilihat oleh siswa adalah perilaku orang tua di rumah. Anak-anak adalah peniru yang handal. Jika orang tua tidak hati-hati maka secara tidak langsung akan memberikan dampak terhadap perkembangan anak didik. Inilah yang perlu disadari kedua belah pihak. Guru juga perlu mengetahui lingkungan sekitar dimana anak didiknya tinggal. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara home visit.

Sinergi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan masyarakat haruslah  dilakukan secara proaktif dan berkelanjutan. Karena, bila hal ini tidak dilakukan maka bisa jadi akan terjadi saling menyalahkan dan mencari alasan ketika hasil belajar tidak sesuai harapan atau terjadi persoalan antara anak-anak yang terjadi lingkungan sekolah.

Dari sekolah guru merasa sudah membimbing mengawasi anak secara maksimal, tidak jarang orang tua menganggap guru yang belum berhasil membimbing anaknya di sekolah sehingga nilainya jelek atau sikapnya jelek. Padahal orang tua merasa sudah menitipkan, mempercayakan dan mengeluarkan biaya untuk proses pendidikan anaknya di sekolah.

Saling menyalahkan dan mencari kambing hitam dari kegagalan pendidikan anak tentunya tidak akan terjadi kalau sekolah dan orang tua siswa aktif berkomunikasi tentang proses pendidikan siswa. Diantara cara efektif yang bisa dilakukan adalah melalui kegiatan pertemuan rutin orang tua/wali siswa.

Kebanyakan sekolah mengadakan pertemuan dengan wali siswa hanya menjelang pembagian rapor. Dan itupun cenderung menjadi forum satu arah, yaitu dari sekolah ke orang tua. Padahal kegiatan pertemuan wali siswa bila dilakukan  lebih sering dan dikelola dengan baik akan berdampak besar pada keberhasilan proses pendidikan.

Salah satu sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan rutin temu wali siswa adalah SD Muhammadiyah 2 Palang. Di sekolah ini, kegiatan pertemuan wali siswa rutin diselenggarakan tidak hanya saat pembagian raport saja.

Suasana pertemuan guru dan orang tua siswa kelas 1 C

Pada Sabtu (4/8/2018), redaksi http.tuban.aisyiyah.or.id berkunjung ke sekolah tersebut untuk mengikuti pertemuan wali murid karena menitipkan salah satu putranya yang baru duduk di kelas 1 C.Banyak manfaat yang bisa didapat dari kegiatan rutin pertemuan wali siswa ini, diantaranya:

1.    Menjalin silaturahmi antara guru dan orang tua siswa.

Komunikasi aktif dan tatap muka langsung antara orang tua siswa dan guru kelas dalam forum temu wali siswa akan berdampak erat dan akrabnya silaturahmi. guru dan orang tua bisa saling memberikan informasi terkait perkembangan anak. Seringnya pertemuan antara guru dan orang tua tentunya menjadikan guru akan menjadi semakin tahu tentang kondisi anak didik secara utuh. Dengan demikian pendekatan pembelajaran bisa tepat sesuai gaya belajar anak.

2.    Sarana melaporkan perkembangan siswa.

Orang tua sangat butuh informasi tentang perkembangan putra/putrinya di sekolah tidak hanya melalui buku rapor. Melalui pertemuan wali siswa ini, guru bisa melaporkan perkembangan siswa baik bidang akademik maupun non akademik lebih awal. Dengan adanya informasi awal, maka bila diketahui seorang siswa mengalami hambatan atau ketertinggalan mengikuti pelajaran bisa segera dicari solusinya.

3. Menggali masukan dari orang tua.

Orang tua seringkali memiliki ide-ide yang baik untuk kemajuan sekolah maupun kemajuan kelas. Lewat forum pertemuan wali siswa ini mereka bisa mengemukakan ide-ide tersebut dan sekolah bisa menyaring ide dan masukan mana yang akan dilaksanakan.

4.    Menginformasikan pada orang tua tentang program pembelajaran ke depan.

Materi ajar atau kompetensi dasar yang akan diajarkan selama 1 bulan ke depan bisa disampaikan dalam forum pertemuan wali siswa. Harapannya orang tua tahu persis target kompetensi yang akan diajarkan kepada siswa dan mereka bisa berpartisipasi aktif mendampingi anak belajar di rumah.

Masih banyak lagi manfaat yang bisa didapat dari kegiatan pertemuan rutin wali siswa. Oleh karena itu, bagi sekolah dan guru yang masih jarang melakukan kegiatan pertemuan wali siswa kiranya mulai bisa diagendakan.

Dengan demikian guru dan orang tua dapat berjalan bersama dan bekerjasama dalam mendidik anak-anak generasi penerus bangsa.

 

Catatan Redaksi: Iwan Abdul Gani (Abu Wafie)

 

 

Shared Post: