'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Serangan Terhadap Islamic Centre di Northubria Newcastle Kembali Terjadi
27 Maret 2019 15:20 WIB | dibaca 442
 
Polisi Inggris telah menangkap sedikitnya enam remaja pada Selasa (26/3/2019). Para remaka itu melakukan kekerasan yang menargetkan sebuah Islamic Centre di daerah Northubria di Newcastle, Inggris.
 
Tercatat selama dua bulan terakhir, ini yang kedua kalinya serangan terhadap kompleks Islam di kota tersebut. Para remaja itu memecahkan kaca gedung sekolah, merobek-robek Al-Quran dan menyebarnya di lantai.
 
Serangan ini terjadi diduga sebagai bagian dari serangkaian kekerasan terhadap masjid dan yayasan Islam di Inggris setelah serangan teroris di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru. 
 
Serangan teror pada 15 Maret yang menggemparkan dunia itu menewaskan 50 jamaah Shalat Jumat dan melukai puluhan lainnya. 
 
Para tersangka serangan Newcastle berusia antara usia 14 dan 18 tahun. “Ini adalah insiden yang sangat menyakitkan bagi Akademi Bahr (sekolah di Islamic Centre tersebut), terutama karena itu merupakan serangan kedua tahun ini,” kata seorang pejabat polisi setempat di Newcastle, dikutib dari arabi21.com
 
Tambah pejabat itu "meskipun pelaku tidak meninggalkan tulisan kebencian di dinding seperti sebelumnya, kami melihat ini sebagai kejahatan rasial. Saat ini kami telah mengirim anggota ke lokasi dan meningkatkan patrol di sekitarnya."
 
Kepala sekolah Akademi Bahr, Mohamed Abdulmuhail, mengungkapkan kekecewaannya atas serangan ini. Akan tetapi, pihaknya tak memiliki kekuatan untuk melawan.
 
“Kami marah, kami takut sekarang, apa pun bisa terjadi,” katannya.
 
Perwakilan muslim di Dewan Kota Newcastle, Habib Rahman, mengatakan bahwa seluruh warga muslim merasa dalam bahaya sejak serangan teror di Selandia Baru. Ada ketakutan di semua generasi, baik muda maupun tua.
 
Januari lalu, Islamic Centre tersebut juga menjadi sasaran serangan. Saat itu, pelaku mencoret-coret di tembok dengan tulisan “Islam Teroris”. 
 
Sumber: Arabi21.com
Editor: Iwan Abdul Ghani
Shared Post: