'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
SD Muhammadiyah II Palang di Mata Siswa dan Orang Tua Wali
17 Juli 2018 10:22 WIB | dibaca 1432
Hari kedua Wafie masuk sekolah, disambut senyum ramah kepala sekolah, para ustdaz dan ustadzah. Dari kiri Kepala SD Muhammadiyah II  Budi Hari Utomo (tuban.aisyiyah.or.id)
 
Pagi itu Wafie Mumtaz Abdul Ghani sangat bersemangat saat memasuki SDMuhammadiyah II Palang diantar oleh Ayah dan Ibunya, Senin (16/7/2016). Beberapa ustadz dan ustadzah menyambut kedatangan para siswa-siswi dengan senyum lalu mengajak bersalaman dan mengantarkan para siswa-siswi ke kelasnya masing-masing
 
Di hari pertama masuk di sekolah yang berlokasi di desa Leran Kulon, kecamatan Palang, kabupaten Tuban, siswa yang akrab disapa Wafie ini terlihat mantap dan tanpa ragu saat memasuki ruang kelas 1 C. Di dalam kelas sudah ada teman-temannya yang lebih awal datang.
 
Saat pulang sekolah, Wafie menceritrakan pengalaman pertamanya masuk di SD Muhammadiyah II Palang. Ia merasa sangat senang di hari pertama masuk sekolah. 
 
“Aku tadi senang sekali karena ustadzah sangat baik. Tadi salam-salaman, berkenalan dengan ustadzah dan teman-teman di depan kelas. Cara berkenalannya lucu. Ustadzah melemparkan benda ke kita, yang kena lemparan, disuruh berkenalan" tutur Wafie
Wafie juga menuturkan bahwa di sekolah tersebut, dia bertemu dengan teman-temannya yang dulu sama-sama belajar di TK Aisyiyah Leran Wetan
 
"Di sekolah tadi, aku bertemu sama teman-teman TK Leran Wetan, ada yang di kelas 1 A, ada yang di Kelas 1 B dan ada juga yang di kelas 1 C. Aku senang karena ada bisa bertemu mereka lagi dan juga ada teman baru" tuturnya
 
Iwan Abdul Ghani, ayah dari Wafie menuturkan alasan memasukkan putranya di SD Muhammadiyah II Palang. Dia mengatakan bahwa, pendidikan bukan sekedar mengubah masib tetapi lebih dari itu
 
"Saya memilih SD Muhammadiyah II karena menurut saya, belajar, bukan hanya sekedar merubah nasib, tapi lebih dari itu, akan menentukan perjalanan hidup seseorang, baik di dunia maupun di akhirat nanti. Bukan cuma dirinya, tapi juga orang dekatnya. Karen pendidikan yang menyeluruh, mestinya mempersiapkan anak untuk hidup baik di dunia maupun akhirat nanti. Inilah alasan pertama mengapa saya memilih SD Muhammadiyah untuk pertama saya."ucapnya
 
Lanjutnya, "Di SD ini, anak tidak hanya dikembangkan aspek akademik-nya, tapi juga aspek spiritual dan mental-nya. Itu makanya di SD Muhammadiyah, Pendidikan Agama Islam memiliki porsi yang lebih banyak dibanding sekolah lainnya. Di SD ini ada pelajaran Al Quran yang mengajarkan anak membaca dan menghafal Al Quran. Jadi sejak dini anak sudah diajarkan berkomunikasi dengan Tuhan-nya. Mereka juga diajarkan sejarah para Nabi, khususnya Nabi Muhammad SAW. Inilah metode pembelajaran dalam Quran, menceritakan kspada kita masa lalu untuk diambil pelajarannya."tuturnya
 
Alasan Kedua, memasukkan anaknya ke SD Muhammadiyah II karena sekolah tersebut menerapkan program soft skill
 
"Alasan yang kedua karena yang saya tahu bahwa sekolah tersebut ada program pengembangan karakter, soft skill. Sebagaimana kita tahu, bahwa soft skill ini sangat menentukan kesuksesan seseorang. Ada program sosial untuk membantu sesama yang mengalami musibah. Dan seperti lembaga pendidikan di Muhammadiyah, di SD tersebut ada kegiatan Pandu Hizbul Wathon
Apa itu Hizbul Wathon? Jawabannya masukkan putra-putrinya di SD Muhammadiyah II" ucapnya
 
Yang ketiga menurut dia bawah, sekolah tersebut ditangani secara profesional oleh orang-orang yang berpengalaman dalam dunia pendidikan
 
"Saya kenal kepala sekolahnya dan beberapa tenaga pengajar di sana. Mereka adalah orang-orang berpengalaman dalam dunia pendidikan. Pak Budi Hari Utomo yang saat ini menjabat sebagai kepala sekolah, beliau sangat berpengalaman dalam dunia pendidikan, pernah terlibat dalam memgelolal salah satu sekolah unggulan di Tuban. Bahkan sekarang beliau masih terlibat dalam kepengurusan Universitas terbuka di Tuban." Imbuhnya
 
Alasan yang keempat memasukkan anaknya di SD Muhammadiyah II Palang menurtunya karena sense of belonging yaitu rasa memiliki
 
"Karena rasa memiliki atau istilahnya sense of belonging. Saya ini pendidik, saya aktif juga di Muhammadiyah. Saya tahu bahwa lembaga pendidikan Muhammadiyah itu berkualitas salah satunya adalah SD Muhammadiyah ini, masa saya malah memasukkan putra saya ke lembaga lain? Kata orang Jawa kok mentolo? Kalau istilahnya pak Nurkholis Huda pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, "rumput tetangga tidak lebih hijau". Pungkasnya
 
Redaksi. http.tuban.aisyiyah.or.id
Shared Post: