'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Saat Bersama Warga Muhammadiyah Tuban, Zulkifli Hasan Mengatakan "KEKUASAAN ITU DIJEMPUT DAN DIREBUT"
19 April 2018 12:25 WIB | dibaca 515

Foto Zulkifli Hasan saat berbicara (Iwan)

TUBAN.AISYIYAH.or.id. Zulkifli Hasan yang saat ini menjabat sebagai ketua MPR RI dan juga ketua umum Partai Amanat Nasional menyempatkan waktunya untuk bersilaturahim dengan warga Muhammadiyah yang ada di kabupaten Tuban di sela-sela roadshow di Jawa Timur

Acara silaturahim ini dilaksanakan di gedung dakwah Muhammadiyah kabupaten Tuban, Rabu (18/4/2018)

Zulkifli Hasan yang akrab disapa Bang Zul pada pertemuan tersebut menyinggung isu politik yang sedang menghangat apa lagi menjelang pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 dan juga pemilihan presiden 2019

"Ini sudah masuk tahun politik, itulah konsekwensi dari negara demokrasi yang sudah kita sepakati, demokrasi yang kita sepakati bisa jadi peluang, tapi juga bisa jadi ancaman terpulang kepada kita” ucapnya

Kata dia “Allah tidak mengubah suatu kaum kalau kaumnya tidak mengubah nasibnya. Sekarang berpulang kepada kita, kita mau tidak mengubah nasib kita”

Soal persaingan ada yang beriman ada yang tidak beriman, memang sudah dari sananya. Qur’an tegaskan itu bahkan sampai hari kiamat, dan persaingan itu terus sampai akhir dari alam semesta” ucapnya

Foto warga Muhammadiyah Tuban saat silaturahim bersama Zulkifli Hasan (Iwan)

Zulkifli mengajak warga Muhammadiyah Tuban menjadi bagian dalam memperjuangkan Republik Indonseia ini menjadi pusat bangkitnya perdaban Islam

"Jadikan republik Indonesia ini menjadi pusat bangkitnya Islam, menjadi pusat bagi dunia untuk syi’ar Islam. Kalau kita mau saya yakin bisa, peluang sudah ada, ibarat makanan sudah dihidangkan di atas meja tinggal kita memilihnya" Ajaknya

Kata bang Zul "PAN yang dilahirkan Muhammadiyah jelas, fondasinya kokoh cuma tidak disebut hizbullah saja, partai Islam yang Alhamdulillah sampai hari ini adalah partai terbesar yang bela umat, partai islam terbesar yang pro umat. Bela kiyainya, bela ‘Ulama’nya, jelas tegas terang benderang, kalau masih ragu-ragukan aneh juga"

Lanjutnya "Kursi kita empatpuluh delapan baru PKB empat puluh tuju, PKS empatpuluh, jadi kita paling besar dan kita berani bersikap"

"Segala cara kita pakai, sebelah sana juga segala cara mereka pakai. Sana makai cara, hai warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah jangan dekat-dekat politik, kalau DPR kasih orang saja, nanti kalau ada kader Muhammadiyah, ‘Aisyiyah masuk politik diberhentikan. Ya sudah resiko, jika tahu resikonya itu, jangan marah. Yang jadi DPR orang lain, yang jadi gubernur orang lain, yang jadi menteri orang lain, yang jadi presiden orang lain, jangan marah" katanya

        

Foto Zulkifli Hasan bicara di depan warga Muhammadiyah Tuban (Iwan)

Dia juga mengatak bahwa, mulai jaman Belanda sampai sekarang sekarang umat Islam merasa tidak merdeka karena Umat islam hanya diminta mengursu Mushola, masjid zikir saja, sedangkan politik jangan

"Mulai jaman Belanda dulu kenapa kita tidak merdeka-merdeka karena umat Islamnya sendiri. Umat islam hanya mengurus mushola, masjid, zikir, kalau DPR jangan, kekuasaan jangan, kekayaan alam jangan, tambang emas jangan, batu bara jangan, jadi kita hanya nunggu sumbangan. Kalau mau pilih DPR Bupati disumbang sembako, disumbang sarung. Sebatas itu kehormatan kita" tuturnya

Lanjutnya "Jadi bapak-bapak Muhammadiyah, ibu-ibu Muhammadiyah semua kembali kepada kita, kalau kita bersatu, kita punya peluang. Kalau Muslim bersatu 80% lebih, apa saja bisa. Mau jadi presiden? Bisa. Mau jadi gubernur? Bisa. Mau lahirkan undang-undang por ‘Ulama’, pro umat? Bisa

"Oleh karena itu, saya mengajak mari bersatu, karena sekarang ini oneman one vote, jadi kalau ada tokoh-tokoh Muhammadiyah yang siap, utus satu jangan banyak-banya. Kalau satu dapil tiga, suranya dua ribu kita menang, orang lain tiga ribu menang karena suara terbanyak jadi kita harus jeli" pintanya

"Jawa Timur sekarang  menjelang pilgub. Untuk pemilihan gubernur Jawa Timur nanti, jemput rebut. Sama dengan DPR, jemput rebut begitu juga presiden, jemput rebut. Karena namanya kekuasaan itu diejmput dan direbut" ucap bang Zul

 

Iwan

Shared Post: