'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Rapat Pemegang Saham PT. Amanah Sang Surya. Edi Utomo "Perusahaan Kita Menjadi Rujukan Produksi Air Mineral"
10 Maret 2019 18:53 WIB | dibaca 1712
 
PT. Amanah Sang Surya. Amal Usaha Persyarikatan Muhammadiyah yang memproduksi air mineral Suli5 pada Ahad (10/3/2019) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (Tahun buku 2018) di Pabrik Suli5 yang beralamat di Desa Wangun, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban
 
Wakil direktur PT Amanah Sang Surya, Edi Utomo memaparkan bahwa perusahaan tersebut masih terbatas pada bahan baku berupa air, hal ini menyebabkan kemampuan produksi baru bisa mencapai 1.500 liter perhari sedangkan index penjualan terus meningkat.
 
"Kalau kita dapat sumber yang baru, maksimal bisa produksi 2.000 liter perhari, sekiranya ada sumber-sumber baru yang bisa kita negosiasikan untuk menambah dan mempercepat produksi kita."paparnya
 
Kata dia selama ini perusahannya memasok air dari Pacet Mojokerto, alasannya karena sumber air yang ada di Tuban belum mampu menunjang produksi, hal tersebut dikarenakan TDL air yang ada di Tuban tinggi mengakibatkan proses produksinya memakan biaya yang mahal.
 
Oleh karena itu menurut Edi, jika ditemukan sumber air yang memenuhi syarat produksi air mineral, maka perusahaannya akan menfasilitasi pengeboran. 
 
Edi juga mengatakan bahwa saat ini, pabrik air meneral milik persyarikatan Muhammadiyah tersebut menjadi rujukan produksi air mineral skala Nasional khususnya Suli5 dan beberapa kali diminta untuk menjadi nara sumber seminar analisa air.
 
"Pabrik kita menjadi pabrik rujukan nasional untuk air minum terutama Suli5. Jadi seluruh Indonesia kalau belajar memproduksi air minum study bandingnya ke Tuban, kemarin dari Medan dan PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah, red) Bantul."katanya
 
 
Perusahaan tersebut tidak hanya mengejar keuntungan tetapi juga pelayanan kepada masyarakat sekitar. Hal ini dibuktikan dengan penyaluran air bersih kepada beberapa Daerah di Kabupaten Tuban yang kekurangan pasokan air bersih akibat kekeringan yang melanda pada tahun 2018 yang lalu.
 
Di samping itu, kata Edi bahwa hasil penjualan air disisihkan untuk Lazismu. "Tiap penjualan 1 dus mapun 1 galon kita sisihkan 50 rupiah untuk Lazismu. Tiap 1 bulan kita jual 30-50 ribu kalikan 50 rupiah jadi lumayan." Kata Edi
 
 
Iwan Abdul Ghani
Shared Post: