'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Prof. DR. Amin Abdullah. Keluarga Memiliki Peran Penting dalam Membangun Peradaban Bangsa
22 Januari 2018 12:38 WIB | dibaca 727
Dalam seminar pra tanwir I 'Aisyiyah, di aula At-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya ( 18 - 1 - 2018), Prof. DR. Amin Abdullah berbicara tentang pentingnya peranan keluarga dalam membangun peradaban Bangsa.
Menurut Prof. DR. Amin Abdullah, Fenomena masalah sosial banyak ditentukan  situasi dan kondisi keluarga,kedekatan emosi keluarga berdampak pada remaja yang bermasalah.ada enam problematika kontemporer yang saat ini terjadi pada masyarakat di antaranya yang pertama :perubahan sosial dan peran gender. Yang kedua, politik kurang cerdas masuk keluarga yang diperkeruh dengan adanya media sosial. Yang ketiga, kurangnya kegiatan family time.
Selain itu, yang mengejutkan berdasarkan penelitian yang dilakukan KPK dikota Yogyakarta, hanya ada 4% keluarga yang mengajarkan kejujuran. Eksklusivisme dalam keluarga juga menimbulkan masalah.
Yang terakhir menurutnya, adanya permasalahan seksualitas dalam keluarga. Oleh karena itu perlu adanya cara pandang baru melihat relasi dan peran gender didalam keluarga. Untuk melihat hal ini diperlukan dua bagian yang harus dipahami yaitu teks dan konteks.Teks bersifat sempit, memahami keagamaan secara rigit, dan seolah olah berlaku secara universal.
Sedangkan contextualists menekankan pada kontek dan etik dalam memahami al-Qur'an. Pemahaman teks keagamaan tidak lepas dari kepentingan politik sosial,sejarah,budaya dan ekonomi. (Imbuhnya)
Dia juga menyampaikan tentang tujuh karakter keluarga berkemajuan. Diantaranya mempunyai komitmen untuk membina keluarga yang bahagia dan langgeng berdasarkan Ketuhanan yang Maha Rahman dan Rahim.
Menurut sang Profesor, sebelum pernikahan, perlu dilakukan pendidikan bagi calon pengantin. Kemudian menjalin hubungan antar keluarga dengan prisip saling menyayangi, menghargai dan memberdayakan. Tak lupa juga turut serta melibatkan pria ( suami) dalam tugas - tugas domestik dan pemeliharaan reproduksi. Juga perlu ditekankan perkawinan dilaksanakan dengan prinsip otonomi yakni mempertimbangkan usia yang matang dan dewasa.
 
(Fatimah Handayani)
Editor.Iwan Abdul Gani
Shared Post: