'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Potensi Inilah Membuat Malaikat Sujud Pada Adam
29 Mei 2019 11:23 WIB | dibaca 556
 
Tidak ada manusia yang bercita-cita dirinya dilahirkan ke dunia, dilahirkannya manusia di dunia merupakan kehendak Allah. Tentu ada tujuan di balik tercipatanya manusia.
 
Sebagaimana yang disampikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban, KH. Nurul Yakin, SH saat mengisi kajian Baitul Arqam bersama Taruna-Taruni SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, Selasa (28/5/2019)
 
"Pertanyaannya, mengapa manusia dihidupkan di dunia mulai kecil, remaja, dewasa tua dan kembali kepada Allah."ujarnya
 
Dia melanjutkan pembahasannya dengan mengatakan bahwa, Allah Ta’ala sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Al Qur’an apa yang menjadi tujuan mamusia hidup di muka bumi ini. 
 
"Allah nerfirman dalam Al Qur’an (QS. Adz Dzariyat: 56. red)
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)
 
Untuk menunjang tujuan manusia diciptakan, maka Allah membekali manusia dengan beberapa potensi. Yang pertama adalah potensi insting. Menurut dia, hidayah tersebut tidak hanya diberikan kepada  manusia saja tetapi hewanpun diberi
 
"Hewan bisa membuat rumah, sejak ratusan tahun rumahnya modelnya tetap seperti itu krn insting, krn dia haris melindungi anak2nya, pun demikian dengan manusia. Anak yang bayi ketika nangis, ibunya tahu bahwa bahwa bayi tersebut haus atau lapar. Ini yang disebut insting."ucapnya
 
Potensi kedua adalah panca indra. Menurut sang Kiyai, Panca indra juga tidak hanya diberikan kepada manusia, pun demikian dengan hewan. 
 
"Bahkan penciuman anjing bisa lebih tajam dari manusia. Anjing bisa mencium sesuatu yang tidak bisa dilihat manusia"ucapnya
 
 
Hidayah ketiga adalah akal. Tentang akal,  hanya manusia yang diberi. Maka dengan akal inilah manusia menjadi makhluk terbaik dari ciptaan Allah yang lain. 
 
"Ketika Allah hendak menciptakan Adam, Malaikat bertanya, Ya Tuhan, mengapa Engkau jadikan manusia yang nantinya akan saling bertengkar dan menumpahkan darah? Padahal kami selalu bertasbih memujiMu.? Allah menjawab, Aku lebih tahu dari kamu."pungkasnya
 
Untuk membuktikan kelebihan manusia, kata ketua PDM, maka Adam diajarkan nama-nama benda lalu diulangi nama-nama benda tersebut oleh Adam kepada Malaikat. "Manusia diberi akal, maka dengan akal itu, manusia bisa menyimpan informasi. Ketika Allah bertanya pada Malaikat, Malaikat tidak bisa menjawab, hal inlah yang menyebabkan Allah perintahkan Malaikat sujud kepada Adam."
 
Dengan akal inilah kata dia, manusia menjadi berbudaya, berperadaban. Mengalami masa kemajuan. Dari zaman batu, perunggu sampai ditemukan mesin. Manusia tidak lagi mengandalkan otot namun dibantu tenaga mesin.
 
"Peradaban terus berkembang sampai saat ini. Manusia bisa mendapatkan informasi dari belahan dunia lain dengan cepat melalui teknologi internet."
 
Kata dia, zaman dahulu manusia membuat rumah dari batu,  alang-alang, dengan akalnya, manusia bisa membangun gedung bertingkat. "Dulu manuisa tidak bisa hidup di laut, manusia tidak bisa terbang dengan akal manusia bisa terbang mengendarai pesawat."
 
Potensi keempat adalah agama. Kata dia, tidak cukup manusia hanya diberikan insting, panca indra dan akal. Untuk melengkapi ketiga potensi tersebut, Allah berikan agama.
 
"Akal saja tidak cukup, akal tidak bisa berfikir ke mana manusia pergi setelah mati? Akal tidak bisa menjawab, akal hanya bisa berfikir yang terlihat."paparnya
 
Dengan agama, manusia mendapatkan informasi dari Qur'an tentang untuk apa dia hidup dan ke mana setelah mati? Dari alqur'an ditemukan jawaban bahwa manusia diciptakan untuk beribadah. Dihudupkan di dunia dilahirkan dari rahim ibu untuk beribadah kepada Allah.
 
Dengan demikian kata dia, Orang yang tidak petunjuk agama tidak akan tahu apa yang terjadi setelah dia mati. Dia hanya tahu, masa kecil remaja dewasa menikah tua mati dan selesai.
 
Iwan 
Shared Post: