'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Penuhi 3 Syarat Ini Jika Ingin Jadi Pekerja Yang Saleh
12 Mei 2018 18:38 WIB | dibaca 569
Dr. Andul Mu'ti, M.Ed. saat memberikan ceramah (istimewa. Iwan)
 
Lazismu ranting Karangagung berkerja sama dengan Majelis Tablig Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangagung kecamatan palang kabupaten Tuban pada Sabtu (12/5/2018) menggelar kegiatan Gerakan Subuh Berjama’ah (GSB) di masjid Tawakkal perguruan Muhammadiya.
 
Menurut ketua Majelis Tabligh PRM Karangagung bernama Basuki Rahmat bahwa, kegiatan GSB ini yang ke empatbelas kalinya.
 
GSB kali ini, pantia pelaksana menghadirkan penceramah  dari Pimpinan Pusat Muhammadiya bernama Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed yang saat ini menjabat sebaia sekretaris PP.  Dalam ceramahnya, dia menyampaikan tentang syarat-syarat menjadi pekerja yang saleh
 
”Bekerja yang saleh itu pertama bekerja yang mengharapkan ridho dan ikhlas karena Allah, yang kedua kaifyiyah dalam dia bekerja sesuai dengan tuntunan Allah, yang ketiga, dalam dia berkerja harus ada unsur maslahatnya, harus ada unsur manfaatnya, kemudian yang keempat dalam bekerja harus ada islahnya, ada pembaharuannya harus ada peningkatannya. Kerja yang meningkat itu dari waktu ke waktu terus membaik” ucap Abdul Mu’ti
 
Lanjut dia “Indonesia ini Negara yang dikaruniai oleh Allah dengan kekayaan yang luar biasa. Jika orang itu bekerja dengan islah atau pembaharuan, maka cara dia menjadi nelayan semakin maju, cara dia menjadi petani semakin maju”
 
  
Jama'ah GSB laki-laki (iwan)
 
Dia lalu menerangkan tentang orang yang bekerja dengan ilmu dan orang yang bekerja tanpa ilmu dengan mengambil contoh kuli panggul dan dokter bedah
 
“Bedanya kuli panggul dengan dokter bedah adalah, kuli panggul itu kalau ngangkat batu, kira-kira  lima kuintal bayarannya lima puluh ribu rupiah, sedangkan dokter bedah mengangkat batu bayarannya puluhan juta”
 
“Ingat dulu di blok cepu itu dicari oleh pertamina katanya tidak ada minyaknya, tapi begitu  yang Amerika, ternyata diketahui persediaan minyaknya melebihi yang di Aceh dan Kalimantan, karena apa? Karen orang punya ilmu, jika tidak punya ilmu, ya sduah, apa-apa tidak bisa, apa-apa tidak sanggup. Karena itu, rizki manusia sebagian tergantung pada ilmunya” tambahnya
 
Kata Abdul Mu’ti, “Kita dibentangkan oleh Allah rizki-Nya kepada yang dikehendaki, tidak berarti orang-orang itu leha-leha terus tiba-tiba kaya. Orang yang dikehendaki bermakna mengikuti hukum dan ketentuan Allah. Karena orang itu diberika Allah rizki yang luas, rizki yang melimpah, yang halalan, toyiban wa mubarokan itu ikuti ketentuan Allah
 
Tambahnya “Oleh karena itu, hendaklah kita  dalam bekerja, beramal soleh harus ada islahnya, harus ada penigkatannya, harus ada perbaikannya. Inilah yang senantiasa dibangkitkan oleh Muhammadiyah” 
 
Jama'ah GSB perempuan (Iwan)
 
Menjawab pertanyaan salah seorang jama'ah perempuan tentang serbuan tenaga kerja asing dari Cina di Indonesia dan bagaimana dengan nasib anak bangsa? Abdul Mu’ti mengatakan bahwa berdasarkan peraturan pemerintahan sebelumnya bahwa orang asing bekerja di Indonesia itu harus memenuhi tiga syarat
Pertama, karena keahliannya, artinya keahlian orang itu memang belum dimiliki oleh bangsa Indonesia 
 
Yang kedua, orang ahli dari luar yang bekerja di Indonesia harus ada yang namanya transfer of expertice, jadi kalau dia bekerja di sini, dia harus mengajari  orang Indonesia supaya bisa punya keahlian seperti mereka
 
Ketiga, disyaratkan dia harus menguasai bahasa dan budaya Indonesia. Tidak tahu bagaimana, tiba-tiba keluar peraturan presiden yang kemudia tiga hal itu sepertinya tidak diatur.
 
Lanjut dia “Rupanya, usut punya usut, ada istilah tidak ada makan siang gratis, maksudnya tidak ada orang memberi tanpa ada imbal baliknya” 
 
Abdul Mu’ti juga mengatakan bahwa, Indonesia ini lagi butuh membangun, lagi butuh infestasi karena tidak punya duit. Hutangnya tidak karuan, maka ada guyonan bahwa bayi yang nagisnya paling keras di dunia adalah bayi Indonesia , karena begitu bayi lahir langsung nangis dan nagisnya semakin kencang saat mengetahui bahwa dia menaggung hutang empat puluh juta.
 
Iwan Abdul Gani
Shared Post: