'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Penghujung Karnaval, Masyarakat Palang Disajikan Penampilan Mempesona Dari MI Muhammadiyah 2 Cendoro
25 Agustus 2018 19:00 WIB | dibaca 1066

Karnaval yang digelar oleh panitia PHBN dalam rangka memperingati HUT RI ke 73 di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban berjalan dengan meriah.

Sedikitnya 36 peserta karnaval mengikuti pawai budaya tingkat SD/MI yang digelar oleh Kecamatan Palang Kabupaten Tuban dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73. Para peserta mengambil start dari lapangan sepak bola Cendoro,  dan finish di Lapangan sepak bola Leran Kulon , Sabtu (25/08/2018) siang.

Karnaval kali ini mengusung tema “Budaya Nusantara”. Sesuai dengan tema yang diangkat, peserta pawai didominasi oleh sajian yang mengusung tema budaya, serta adat dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Masing-masing peserta karnaval berusaha untuk menyajikan yang terbaik demi menghibur masyarakat Palang sudah setia di sepanjang jalan yang akan dilewati peserta pawai.Masyarakat yang menyaksikan  dibawa untuk mengenal sejarah masa silam, karena budaya yang diangkat oleh peserta pawai tak berhenti di budaya adat dan pengantin, akan tetapi juga mengangkat konsep nuansa kerajaan Majapahit, Sriwijaya serta Kadipaten Tuban.

Dari sekian peserta karnaval tersebut, ada salah satu yang cukup menarik, yaitu peserta karnaval dari MI Muhammadiyah 2 Cendoro. Mereka tampil mempesona dengan tari Saman yang merupaka perwujudan kesenain dari dataran Sumatera dan didukung oleh berbagai properti,  salah satunya adalah Jembatan Ampera, sebagaimana keterangan yang diperoleh redaksi dari salah satu guru MI Muhammadiyah 2 Cendoro bernama Budi bahwa, pada pawai budaya nusantara tahun ini, sekolahnya mengusung tema Kebudayaan Sumatera Selatan.

“Banyak kebudayaan dan kesenian yang dimiliki oleh Provinsi Sumatera Selatan yang kami tampilkan, antara lain, Putri Palembang yang merupakan simbol dari keanggunan dan kecantikan Putri Kerajaan Sriwijaya.” Ucapnya

Untuk menunjang penampilan, MI Muhammadiyah Cendoro juga membuat Miniatur Jembatan Ampera yang sudah dikenal di seluruh Indonesia.

“Untuk menunjang penampilan, kami membuat Jembatan Ampera yang menjadi kebanggan masyarakat Palembang, karena selain menkadi penghubung kawasan hulu dan hilir, jempatan ini juga merupakan icon dari kota tersebut.” Kata Budi

Tari Saman yang merupakan tarian khas Sumatera Selatan ditampilkan dengan indah pada pegelaran acara tahunan tersebut. Dengan musikalisai tari dan lagu berjudul “Ya Saman” ditambah irama khas melayu, tari Saman digerakkan dengan elok oleh siswa-siswi sekolah tersebut. Menggoyangkan pimggul ke kiri dan ke kanan, depan ke belakang memanjakan mata masyarakat yang menyaksikannya.

Tak seorangpun menampik keagungan busana pengantin warisan kerajaan Sriwijaya. Helai demi helai kain Songket tersusun indah membalut pasangan pengantinnya. Warna merah berpadu kilau keemasan yang indah dan aksesoris adat, mengahdirkan aura mewah kebangsawanan tanah Sriwijaya.

Redaksi: Iwan Abdul Gani

Shared Post: