'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Pemuda Muhammadiyah Tuban Menggelar Kopdar Bareng Jurnalis Aisyiyah, TVmu, TVone dan JTV Membahas Hal Berikut
05 April 2018 21:17 WIB | dibaca 1403

Foto saat Kopdar, lokasi Warkopmu Tuban (Fathul Amin)

Pemuda Muhammadiyah Tuban pada Rabu 4/4/2018 menggelar pertemuan atau istilah sekarang Kopdar di warung kopi yang dieknal dengan Warkopmu

Pertemuan yang digagas oleh Pemuda Pemuda Muhammadiyah Tuban ini untuk  membahas tentang pemanfaatan media online seperti facebook, Instagram, youtubue bahkan media televisi sebagai sarana da’wah Muhammadiyah

Edi Utomo (Ketua Pemuda Muhammadiyah Tuban) selaku penggagas pertemuan menyampaikan rasa terimakasih atas pertemuan ini, yang dihadiri beberapa jurnalis, di antaranya Fathul Amin (Kontributor tvmu wilayah Tuban) Husni Mubarok atau dipanggil Mas Barok JTV (Kontributor JTV dan TVone wilayah Tuban) dan juga Iwan Abdul Gani (Editor aisyiyah.or.id dan jurnalis pwmu.co)

“Terimakasih Pak Iwan, Mas Barok (Panggilan untuk Husni Mubarok, red), mas Amin (Panggilan untuk Fathul Amin, red) yang pas lagi di Tuban karena agendanya besok harus kembali lagi” Ucap Edi

Kata Edi “Hari ini agendanya media kita mau tidak mau harus kita hidupkan, terus terang kita vakum sekitar dua bulanan” Tuturnya

Lanjut dia “Selama ini dalam hal kajian Islam, referensi yang berdear diyoutube adalah para ustadz Salafi, jika kita mencari referensi kajian islam, yang muncul Kholid Bassalam, dari kita hampir tidak ada, yang ada dan sering muncul adalah Mas Dhaniel (Ketua PP Pemuda Muhammadiyah)”

“Direkturnya tvmu kontak saya bahwa, kita punya jadwal tayang di tvmu tentang ustadz muda menjawab hari Selasa dan Jum’at yang beberapa bulan ini hampir kosong, sedangkan ustdaznya kita ada, seperti Ustadz Salam, Ustadz Iwan juga sekarangkan bisa.” Ungkapnya

“Prinsipnya kata Edi “Media ini harus kita hidupkan, terkait fasilitas yang dibutuhkan itu apa saja, mudah-mudahan kita bisa penuhi dan kita bagi-bagi tugas ada yang bagian memproduksi vieo untuk tv, ada yang memproduksi berita untuk website” Harap Edi

 Terkait kendala yang menyebabkan fakumnya media Muhammadiyah Tuban belakangan ini, Fathul Amin yang diberi kepercayaan menangani hal tersebut mengungkpakan bahwa kendalanya waktu dan juga sumberdaya

“Kendalanya kenapa tidak bisa seaktif dulu, karena saya sendiri kurang bisa mendapatkan bahan, kalau dulu sebelum saya sesibuk sekarang, saya bisa wira-wiri cari bahan video atau gambar untuk nulis berita” Ungkap Amin

“Kita kekurangan tenaga untuk pengambilan gambar dan video, saya berharap dengan pertemuan ini saya dibantu untuk pembuatan file mentah menjadi file siap upload, untuk video bisa Pak iwan dan Mas Husni berkolaborasi untuk menyediakannya.” Harap Amin

Husni Mubarok yang merupakan kontributor JTV dan TVone wilayah Tuban memaparkan sedikti perkembangan media masa terutama media internet

“Saat ini, media internet sangat luar biasa perkembangannya paska era revormasi, tahun 2016 menurut data dari penyedia layanan bagi pengguna internet, di Indonesia 52 % masyarakat menggunakan internet, pulau Jawa sendiri pengguna jasa internet di atas 80%” Papar Husni

Kata Husni “Media internet sangat efektif dan efisien serta murah dalam penyebaran da’wah Muhammadiyah dibanding dengan media cetak, karena internet tidak terbatas ruang dan waktu. Jika kita mencetak atau memasang iklan setengah halaman di koran, biayanya sekitar sepuluh jutaan, jangkauannyapun di bawah sepuluh ribu orang. Kalua di internet, kita hanya bermodalkan paket data atau wifi dan bisa menjangkau puluhan juta masyarakat di belahan dunia manapun”

“Saya siap untuk ikut terlibat dalam pengelolaan media di Muhammadiyah khususnya Tuban, tapi alangkah baiknya jika kita juga bisa mengkader teman-teman dari IMM mungkin yang punya potensi, bisa satu bulan sekali atau satu pecan sekali kita beri pelatihan tentang cara mengelola media social yang baik” harap Husni

Sementara itu, Iwan Abdul Gani menagatakan bahwa dia sangat senang dengan adanya pertemuan ini karena apa yang selama ini diharapkan terjawab lewat pertemuan ini

“Saya salah satu orang sangat seang dengan pertemuan ini, karena apa yang selama ini menjadi harapan saya bahwa kita harus menguasai media, terjawab dalam pertemuan ini.”

“Saya ingin menyampaikan bahwa, media-media Muhammadiyah prinsipnya adalah memberikan informasi penecerahan, dia berusaha untuk menghindarkan diri dari sesuatu yang menjadi perdebatan (khilafiyah, red).”

Menyambung apa yang disampaikan mas Barok tadi itu benar. Karena sekarang ini orang mulai meninggalkan koran, majalah dan media cetak yang lain, bahkan media Tv-pun perlahan redup, orang beralih ke media online” Kata Iwan

Di tuban, satu-satunya ormas Islam yang mempunyai media online seperti website adalah Muhammadiyah, pemuda Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, walaupun punya Muhammadiyah tidak aktif serta punya pemuda lagi fakum tetapi masih ada ‘Aisyiyah yang bisa diandalkan” Tuturnya

Lebih dalam Iwan mengatakan, “ Ada ungkapan yang mengatakan bahwa, jika ingin kuasai dunia, kuasai media. Muhammadiyah punya potensi untuk itu, memang di medsos banyak group, namun hanya sekedar memuat foto atau video alakadarnya. Sedangkan di Muhammadiyah, hal itu bisa diolah menjadi informasi yang mencerahkan bagi masyarakat dunia”

“Hari ini saya baru tau mas Amin punya link ke TVmu, Mas barok punya link ke TVone dan juga JTV, kenapa tidak dari dulu? Nah ini potensi kita,” Ucapnya

“Saya sering berkunjung ke Ayahanda Nurul Yakin untuk membahas  pemanfaatan media online sebagai sarana da’wah Muhammadiyah Tuban, beliau minta dibantu dalam hal pemberitaan kegiatan PDM” Ungkap iwan

Saya bukan mau sombong, jika kita baca berita tentang Muhammadiyah Jawa Timur, sebenarnya kegiatannya kalua dibandingkan dengan Muhammadiyah Tuban kialitasnya tidak kalah, hanya bagaimana mengolah judul agar menarik pembaca atau istilahnya framming”

“Saya kasih contoh, seperti kegiatan bedah rumah yang dilakukan teman-teman pemuda di ranting Cendoro, bayangkan kelasnya ranting bisa begitu, ini luar biasa, maka ketika saya tahu itu facebook, saya langsung memnghubungi Pak Edi untuk menulis berita tentang kegiatan tersebut. Belum lagi kegiatannya MDMC, Lazismu, LDK yang menangani anak Punk, kita sebenarnya kaya berita, namu kurang SDM sebagaimana yang disampaikan mas Amin tadi”

“Hari ini kita bertemu, ayo mari kita warnai kota Tuban dalam hal da’wah baik billisan maupun bilhal (aksi sosial), jangan sampai kita yang diwarnai, karena itu bukan watak Muhammadiyah”

Hasil dari pertemuan tersebut, semua bersepakat untuk menghidupkan da’wah Muhammadiyah, pemuda Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah lewat media online maupun media televisi

Pemuda Muhammadiyah sendiri akan mengadakan pelatihan jurnalis mulai dari perencanaan, persiapan  pra produksi sampai siap tayang baik di website maupun di televisi

Untuk warga Muhammadiyah khusunya Tuban, diharapkan semuanya bisa mengambil bagian dalam membesarkan media ini dengan cara menjadikannya sebagai media rujukan dan juga ikut menyebarkan (men-share) ke masyarakat luas

Iwan Abdul Gani

 

 

Shared Post: