'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PCA Palang Mengawali 2018 Dengan Anjang Sana ke Ranting 'Aisyiyah Panyuran
01 Januari 2018 19:55 WIB | dibaca 668
Tuban. Adalah Pimpinan Cabang 'Aisyiyah kecamatan palang mengawali tahun 2018 dengan anjang sana ke ranting-ranting se-kecamatan Palang, kali ini Ranting Panyuran mendapatkan giliran.Hal ini merupakan bagian dari pertemuan rutin setiap awal bulan yang pada tahun ini ditakdirkan tepat pada tanggal 1-1-2018
Berlokasi di Desa Panyuran, sekitar 220 berbondong-bondong memadati ruang masjid Sido Kabul. Mereka bertemu untuk menyatukan fisi dan misi di tahun 2018 ini, agar kedepannya 'Aisyiyah Tuban khususnya 'Aisyiyah Cabang Palang bisa menjadi lebih baik lagi sebagaimana semboyannya 'Aisyiyah, Gerakan Perempuan Berkemajuan".
Dalam pertemuan tersebut diisi dengan pengajian oleh Ustadz. Abdus Salam Faskhoir dari Majelis Tabligh PDM Tuban. Dalam ceramahnya belia menyampaikan beberapa hal seputar hiruk pikuk perayaan tahub baru.
Beliau mengatakan bahwa, beruntunglah ibu-ibu 'Aisyiyah Cabang Palang yang melangkahkan kakinya ke majelis ilmu bukan ke tempat-tempat hiburan atau rekreasi di tahun baru ini. Hal ini berarti ibu-ibu mampu mengalahkan ego atau nafsu untuk merayakan tahun baru dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Di samping itu, beliau juga menerangkan sedikit makna hadits Nabi yang berbunyi "الدني مزرعة الاخرة" dunia adalah kebunya akhirat. Maksud dari hadits tersebut adalah, isilah hidup di dunia ini dengan hal-hal yang bermanfaat atau baik agar nanti d akhirat kita bisa memetik hasilnya.
Sementara itu Lilik Muyasaroh selaku Ketua Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Kecamatan Palang dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa, meskipun ini bukan tahun baru Islam, mau tidak mau tahun baru masehi ini masih kita perlukan, terkait dengan pendidikan dan juga kedinasan.
Beliau juga mengatakan bahwa yang terpenting dari datangnya tahun baru ini adalah :
1. Mari kita bermuhasabah atau intropeksi diri
2. Banyak-banyaklah bersyukur atas apa yang telah kita terima selama ini karena itu adalah yang terbaik untuk kita
3. Ada rasa khauf antara harapan dan ketakutan terhadap amalan yang telah kita lakukan, sehingga hal ini menjadikan kita trus berupaya memperbaiki niat dari amalan yg kita lakukan.
4. Mari kita tingkatkan harapan (roja') untuk hidup lebih baik dalam berkarya maupun dalam ibadah
Di akhir sambutannya beliau mengatakan bahwa, meskipun kita berharap sangat agar ibadah kita diterima, namun tetap harus ada rasa takut terhadap ibadah yang kita lakukan ini, karena bisa jadi rasa lelah kita dalam ibadah dan perjuangan yang tidak sebanding dengan nilainya tidak sesuai dengan tuntunan dan juga disertai rasa riya.
Harapannya. Semoga di Tahun 2018 ini, 'Aisyiyah bisa menjadi yang terdepan dalam da'wah, baik itu da'wah bil-lisan lebih-lebih da'wah bilhal melalui gerkan sosialnya.
 
(Azqie Unik)
Editor Iwan Abdul Gani
Shared Post: