'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Nasyiatul 'Aisyiyah Tuban Menularkan Keterampilan Membuat Bros Saat Safari Ramadhan Di Grabakan
01 Juni 2018 11:13 WIB | dibaca 874
Foto bersama Nasyiatul 'Aisyiyah, 'Aisyiyah dan warga Grabakan usai belajar membuat bros (iwan)
 
Selama ini kita semua selalu menganggap bahwa barang bekas tidaklah berguna. Sehingga tidak jarang jika banyak orang membuang barang-barang bekas dan tidak memanfaatkannya kembali. 
 
Ditambah lagi zaman modern seperti ini membuat semua orang memiliki hasrat belanja yang sangat tinggi sehingga kemungkinan besar barang-barang bekas di rumah akan semakin menumpuk dan menumpuk saja. 
 
Namun tahukah anda, sebenarnya barang bekas tersebut bisa dimanfaatkan dan dijadikan barang sedemikian rupa agar bisa bermanfaat untuk kehidupan. Dengan cara ini pula maka dapat mengurangi sedikitnya timbunan barang bekas di rumah. Menyulap sampah atau barang bekas yang ada di rumah juga bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan juga dapat dijadikan bisnis yang menguntungkan.
 
Di tangan orang-orang kreatif, sesuatu yang tidak berharga akan menjadi bernilai. Tidak terkecuali dengan tutup botol, kardus bekas. Bahan yang selalu ditemukan di tempat sampah ini ternyata bisa diubah menjadi bros topi yang menarik. Alhasil barang bekas itu bisa memiliki nilai ekonomis jika ditekuni dengan benar
 
Adalah para pemudi yang tergabung dalam organisasi perempuan bernama Nasyiatul 'Aisyiyah Daerah Tuban berinisiatif untuk menularkan ilmu yang sangat bermanfaat berupa keterampilan menyulap barang bekas menjadi hiasan jilbab yang indah dipandang yaitu "bros topi"
 
Para perempuan muda dari Pimpinan Daerah Nasyiatul 'Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Tuban saat safari Ramadhan bersama Pimpinan Dawerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Tuban di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Grabakan, Kamis (31/5/2018) tidak mau kalah dalam bernuat kebaikan di bulan Ramadhan
 
Syafari Ramadhan yang bertajuk " Maju dan Makmir Bersama Muhammadiyah"  ini dimanfaatkan oleh para perempuan muda ini untuk ber-fastabiqul-khairot yaitu berbagai sedikit pengetahuan kepada warga setempat
 
Antusiasme ibu-ibu saat memparaktekan cara membuat bros dibimbing oleh Nasyiatul 'Aisyiyah (iwan)
 
Tampak para ibu-ibu antusias mengukuti pelatihan yang tergolong singkat ini. Dengan semangat fastabiqul-khairot, para perempuan muda itu memberi pengarahan dan juga peragaan cara membuat bros.
 
Emi Nor Hidayati, salah satu anggota Pimpinan Daerah Nasyiatul 'Asiyiyah Tuban yang saat itu menjadi salah satu pembimbing pembuatan bros menuturkan bahwa,  Bahan yang di gunakan untuk membuat bros topi  tidak sulit, karena mudah ditemukan
 
"Bahan yang digunakan dalam pembuatan bros topo antara lain, tutup botol (bahan bekas), tali koor, pita, bunga, kardus roti/snack (bahan bekas), lem tembak, kain kertas dan peniti" tutur Emi
 
 
Bahan-bahan inilah yang kemudian dirangkai melalui tangan-tangan terampil menjadi hiasan indah yang menempel di jilbab, yang dikenal dengan istilah "bros"
 
Iwan Abdul Gani
Shared Post: