'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Merespon Animo Masyarakat, Muhammadiyah Cabang Bancar Mendirkan Pesantren / Muhammadiyah Boarding School
23 Maret 2019 17:34 WIB | dibaca 858

Zainal Arifin saat memberi sambutan (iwan/tuban.aisyiyah.or.id)

Merespon animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di Pesantren, maka Pimpinan Cabang Muhamadiyah Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban mendirikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (PP-MBS) Al Islam. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Mudir MBS Al Islam Bancar Zainal Arifin saat memberi sambutan pada Launching Peletakan batu pertama, Sabtu (23/3/2019)

“Ini merupakan ikhtiar, ikhtiar dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bancar untuk berupaya merespon animo masyarakat yang banyak di antara mereka menginginkan pendidikan karakter yang lebih terutama akhlaqul karimah dan skill yang lain pada ana-anaknya.”Ucap Zainal

Berdirinya MBS ini kata dia menjalankan program LP2M (Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah, red) baik Muhammadiyah Pusat maupun Wilayah.

Melihat berkembangnya pesantren Muhammadiyah belakangan ini booming, dan setelah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan Ittihad Ma’hid Al Muhammadiyah (ITMAM) Zainal kemudian membicarakan hasil pertemuan tersebut dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bancar untuk mendirikan MBS.

“Bismillah, Bancar ini jangan sampai kalah dengan yang lain. Bancar harus ada Pesantren yang menjadi Ikon Pesantren Muhammadiyah Tuban yang akan sepadan, sejajar dan bisa bersaing dengan MBS yang sudah lebih dulu berdiri di daerah lain.”Kata dia

Dia berharap adanya dukungan dari Pimpinan Muhammadiyah baik Daerah maupun Wilayah dan ITMAM serta masyarakat agar ikhtiar tersebut bisa berhasil dilaksanakan.

“Kepada bapak ibu yang hadir di sini, kami mohon dukungannya untuk terus mensuport, percayakan pada Pondok Pesantren  untuk mendidik putra-putri bapak ibu sekalian, akan kita jadikan unggulan dalam bidang tachfidz dan Billingual bidang bahasa Arab dan Inggris.”harapnya

Yunus Muhammadie saat memberi sambutan (iwan/tuban.aisyiyah.or.id)

Sementara itu Ketua ITMAM Yunus Muhammadie dalam sambutannya mengatakan 2010 sewaktu ITMAM dideklarasikan di Jogjakarta bersamaan dengan Muktamar Muhammadiyah, data yang didapatkan dari Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah bahwasanya jumlah pesantren Muhammadiyah se Indonesia berhumlah 67.

“Kebanyakan pesantrenn Muhammadiyah saat itu masih dalam keadaan laa yamutu wa laa yahya, tidak bermutu karena memang tidak ada biaya.” Ucapnya disambut tawa para undangan

Dengan perjuangan ITMAM dan didukung oleh LP2M, kata dia Pesantren Muhammadiyah bangkit dan berdasarkan catatannya saat ini pesantren Muhammadiyah sudah bertambah dari 67 menjadi 325.

“Jadi ada perkembangan yang luar biasa sehingga kalau ada orang yang mengatakan pesantren Muhammadiyah sedang booming, itu tidak berlebihan dan yang kami syukuri pesantren-pesantren Muhammadiyah ada yang terpaksa menolak pendaftar karena keterbatasan fasilitas. Ini bukti bahwa ada perkembangan yang luar biasa.” Kata dia

Dia menuturkan bahwa dua bulan sebelum launching, dirinya diundang PCM bancar untuk membicarakan pendirian MBS tersebut.

Saat melihat keadaan sekeliling, dia tegaskan pada Pimpinan Muhammadiyah Cabang Bancar agar jangan setengah-setengah mendirikan pondok, karena hasilnya juga aka setengah-setengah.

“Jika ingin pondok ini maju, maka harus direformasi kalau perlu direvolusi. Pondoknya harus terpadu, jangan seperti kos-kosan, harus satu manajemen, karena pondok-pondok seperti itulah yang akan berekambang dan maju.”tegasnya

Untuk kurikulum, dia juga meminta untuk tidak ada lagi dikotomi antara pelajaran umum dan pelajaran khas pesantren, harus diintegrasikan menjadi satu paket.

Selanjutnya dia mengtakan tidak boleh pagi untuk pelajaran formal dan sore untuk pelajaran diniyah. Hal itu menurut dia sama dengan menganak tirikan materi pesantren.

‘Maka jika Pesantren ini ingin maju, maka materi khas pesantren jangan ditempatkan di sisa-sisa waktu.”Pungkasnya

Melihat semangat Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bancar dan angkatan mudanya yang luar biasa, dia merasa optimis bahwa apa yang dicita-citakan Muhammadiyah Cabang Bancar akan menjadi kenyataan.

“Kami optimis Inysa Allah MBS Al  Islam Bancar ini dalam tempo sesingkat-singkatnya akan bangkit menjadi pesantren yang luar biasa.”harapnya

Iwan Abdul Gani

Shared Post: