'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Cegah Penyebaran Berita HOAX, Polsek Semanding Gelar Deklarai Anti HOAX Bersama Taruna-Taruni SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban
20 Agustus 2018 09:06 WIB | dibaca 771
AKP. Desis Susilo, SH. Saat memimpim upacara sekaligus sosialisasi bahaya berita HOAX (Iwan)
 
Banyaknya berita palsu (hoax) yang menyebar di dunia maya, terutama media sosial membawa implikasi tersendiri bagi setiap kalangan. Bagi kalangan remaja atau pemuda, maraknya berita palsu perlu mendapatkan perhatian tersendiri. Sebab, berita palsu (hoax) banyak ditebarkan di media sosial, sedangkan pengguna media sosial banyak dari kalangan anak muda.
 
Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tingkat penggunaan internet Indonesia pada tahun 2016 mencapai 132 juta jiwa, sedangkan 100 juta di antaranya menggunakan telepon pintar dalam genggaman yang bisa diakses kapan saja. Sedangkan, merujuk pada data Kominfo, 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet. Di samping itu, data juga menyebutkan bahwa media digital saat ini menjadi pilihan utama saluran komunikasi yang digunakan para remaja (kominfo.go.id).
 
Masa remaja merupakan masa di mana seseorang sedang mengalami gejolak secara psikologis, dengan karakter labil, emosional, dan belum bisa berpikir jernih dan menggunakan nalar dengan baik. Emosi yang mendominasi seorang remaja inilah yang membuatnya rentan termakan berita palsu (hoax).
 
Berita palsu (hoax) yang menebarkan prasangka dan kebencian kebanyakan memanfaatkan aspek emosi pembaca. Prasangka dan sentimen negatif diperkuat dengan narasi-narasi menyesatkan yang dirancang sedemikian rupa. Akibatnya, emosi negatif seperti kecemasan, kebencian, dan kemarahan dalam diri seseorang akan muncul dan meluap, sehingga orang akan mudah terpengaruh; memercayai, menyebarkan, dan memprovokasikan berita palsu (hoax) tersebut secara luas di dunia maya.
 
Bagi kalangan remaja, yang sebagian besar informasi mereka dapatkan di dunia maya atau media sosial, kesadaran untuk melakukan kroscek atau konfirmasi terhadap setiap informasi yang didapat cenderung rendah. 
 
Salah satu cara untuk menanggulangi maraknya berita hoax di kalang muda terutama pelajar, adalah diadakan sosialisasi tentang dampaknya yang buruk terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, sebagaimana yang dilakukan oleh Polsek Semanding, Tuban, yaitu mengadakan sosialisasi sekaligus deklarasi anti hoax di SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, Senin (20/8/2018).
 
Sebelum diadakan deklarasi, terlebih dahulu digelar upacara bendera sekaligus sosialiasi tentang bahaya berita hoax. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Semanding AKP. Desis Susili, SH, di depan ratusan pelajar dan juga bapak ibu guru serta karyawan SMK Pleyaran Muhammadiyah Tuban, AKP. Desis Susilo berpesan agar berhati-hatilah terhadap penyebaran berita hoax apalagi menjelang pilpres 2019
 
"Saya menghimbau pada adek-adek agar berhati-hatilah terhadap penyebaran berita hoax di medsos, karena menjelang pilpres, berita hoax meraja lela." Ucapnya
 
Dia juga berpesan agar setiap berita yang beredar jangan ditanggapi, cukup dibaca dan jangan disebarkan, kecuali berita yang bersumber dari televisi maupun koran.
 
"Berita yang ada di media sosial, tolong jangan ditanggapi, jangan disebarkan, cukup dibaca saja, kecuali yang berita yang berhubungan dengan kegiatan sekolah, atau berita yang bersumber dari televis ataupun koran."tutur Kapolsek Semanding
 
Senada dengan apa yang disampaikan oleh Desis Susilo (Kapolsek Semanding), Kepala Sekolah SMK Pelayaran Muhammadiyah, Rusalan S.Pi juga menghimbau kepada para pelajar agar setiap berita yang tersebar di media sosial, hendaknya diteliti dulu kebenarannya.
 
"Berita apapun yang tersebar di media, hendanya diteliti, diklarisifikasi dululu kebenarannya. Jangan langsung disebarkan, karena bisa mengancam semangat persatuan dan kesatuan kita sebagai warga negars Indonseia, apa lagi kita ini sedang dalam tahun-tahun politik, berita hoax yang mengandung fitnah meraja lela." ucap Ruslan
Upacara bendera sekaligus deklarasi anti hoax taruna-taruni SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban (Iwan)
 
Usai upacar, para pelajar kemudian dikumpulkan di tengah-tengah lapang untuk deklarasi anti hoax. Dipimpin oleh salah satu pelajar dari sekolah teesebut mereka kemudia meneriakkan "Siapa kita? Indonesia. NKRI, Harga mati. Berota hoax, No, Prestasi, Yes.
 
Iwan Abdul Ghani
Shared Post: