'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Komitmen SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban Menempatkan Alumninya Di Jepang Bukan Sekedar Isapan Jempol
19 Oktober 2018 12:55 WIB | dibaca 2419
 
TUBAN.AISYIYAH.OR.ID. Komitmen SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban untuk mendidik dan mengantarkan peserta didiknya sampai di dunia kerja bukan isapan jempol semata. Terbukti 4 tahun terakhir sekolah ini menduduki peringkat pertama dalam menyalurkan lulusannya ke Jepang.
 
Pada Juma't (19/10/2018) sekolah tersebut melaksanakan sosialisasi calon trainee untuk ditempatkan di negara yang dijuluki Negeri Matahari .  Tahun ini, perusahaan yang mendapat kesempatan pertama untuk melakukan sosialisasi adalah PT. TEE KAY CORPORATION yang berpusat di Jepang dan membuka kantor perwakilan di Indonesia bernama PT. Semesta Indah Indonesia (SEII).
 
Mengantisipasi melonjaknya para peserta yang ingin mengadu nasib di Jepang, PT. SEII menambah kuota penerimaan
 
"Alhamdulillah PT. SEEI sudah menambah kuota penerimaan siswa magang." Tutur Misbahul Munir Mahfud, perwakilan PT SEII yang juga Alumni dari SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban
 
Mr. Toru Yokokuro, perwakilan dari Tee Key Corporation memberi catatan khusus terhadap sekolah ini
 
"Dari sekolah lain gampang menyerah, tes pertama sudah terlihat, kalau SMK Pelayaran Muhammadiyah ini pesertanya banyak, disiplin dan penuh semangat." Tuturnya
 
Dia juga menanyakan tentang alumni yang sepulang dari Jepang lalu ke sini dan menyampaikan pengalamannya waktu bekerja di sana. Pertanyaan ini dijawab langsung oleh Suyanto selaku Kepala Sekolah bahwa, para alumni yang sudah pulang dari sana langsung silaturahim ke skolah itu dan diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman pada adek kelasnya.
 
Yokokura tidak lupa mengucapkan terimakasih pada SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban dan juga wali murid atas kerja samanya.
 
"Kami sangat berterimakasih atas pertemuan kali ini. Untuk wali murid yang sudah menyempatkan diri untuk datang hari ini, terimakasih banyak." Ucapnya
 
Sementara itu, Suyanto sabagai kepala sekolah menyampaiakan kepada wali murid yang mendampingi putra-putrinya mengikuti tes pada hari itu bahwa, peserta yang lulus tes ke Jepang nanti bukan sebagai tenaga kerja tetapi mereka tercatat sebagai siswa magang yang digaji sesuai UMR bertandar  Internasional.
 
"Yang laki-laki nanti di kapal sedangkan yang perempuan di pabrik pengolahan. Perlu saya tekankan di sini bahwa, putra-putri bapak ibu nanti di sana (Jepang, red) sebagai tariner, sehingga selama 3 tahun masa kontrak, mereka selalu di bawah pengawasan pihak perusahaan dan setelah 3 tahun menjelang habis masa kontrak, mereka akan mengikuti ujian." Ucapnya
 
Suyanto berharap bahwa tahun ini yang diterima banyak, mengingat 4 tahun terakhir ini SMK Pelayaran Muhammadiyah menempati rengking pertama dalam perekrutan ke Jepang.
 
"Sudah 4 tahun ini kita menjadi yang pertama mengalahkan sekolah-sekolah negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, itu karena semangat para pendidik, anak-anak dan juga doa dan restu orang tua. Saya berharap bapak ibu semuanya merestui putra-putrinya untuk berusaha mengubah nasib keluarga". Harapnya
 
Dia juga berharap pada para peserta tes ini untuk menjadi putra-putri yang membanggakan orang tua masyarakat, agama, bangsa dan negara.
 
Pelaksanaan tes sendiri dimulai dari tanggal 19 dan berakhir pada tanggal 24 Oktober 2018, sedngkan peserta yang mengikuti tes kali ini berjumlah 144 orang.
 
"Peserta yang mengikuti trainee tahun ini secara  kesluruhan berjumlah 144 orang, ABK sebanyak 108 sedangkan prosesing 36." Kata Erna Srifdiast Titi (Guru sekaligus pelaksana pendampingan latihan menghadapi tes ke Jepang)
 
Perlu diinformasikan juga bahwa, para Taruna-Taruni yang dites ini belum mengikuti Ujian Nasional, namun bagi mereka yang lulus tes, namanya akan tercatat di perusahaan yang bergerak di dunia perikanan yang ada di negeri Sakura.
 
Iwan Abdul Gani
Shared Post: