'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Kajian Bulanan PDM Tuban, Nur Cholis Huda "Kriteria Pemimpin Referensi Al-Qur'an Ada Tujuh" Begini Penjelasannya
22 April 2018 13:28 WIB | dibaca 627

Foto saat kajian bulanan berlangsung (Iwan)

TUBAN.AISYIYAH.or.id. Ahad (22/4/2018), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Tuban mengadakan kajian rutin dua bulanan sekaligus konsolidasi organisasi yang dihadiri oleh unsur pleno PDM, perwakilan dari PCM, Ortom, dan juga perwakilan AUM

Kajian tersebut bertempat di gedung dakwah Muhammadiyah Tuban, seperti biasa dalam kajian dua bulanan ini selalu menghadirkan pembicara dari Pimpinan Pilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan kali ini menghadirkan nara sumber Nur Cholis Huda, wakil ketua PWM Jawa Timur

Foto ketua PDM Tuban, H. Nurul Yakin, SH saat memberi  sambutan (Iwan)

Ketua PDM Nurul Yakin, SH dalam sambutannya menyinggung tentang diusungnya Najib Hamid  sebagai calon DPD dan Zainuddin Maliki sebagai calon legislative, ketua PDM mengatakan bahwa Muhammadiyah Tuban sangat berantusias dan sudah menggalang pengumpulan KTP

“Bahwasanya tentang PWM mengutus Pak Najib Hamid sebagai calon DPD dan Pak Zainudiin Maliki sebagai calon legislative, Muhammmadiyah Tuban sangat antusias dan sudah menggalang pengumpulan KTP” ucap Nurul Yakin

“Karena kita menyadari betapa Pilgub Jawa Timur sekarang ini, Muhammadiyah hanya sebagai penonton. Dari empat calon tersebut tidak ada satupun orang kita (Kader Muhammadiyah, red), padahal di Muhammadiyah banyak orang-orang pandai. Semoga di lain waktu kita bisa berkiprah” tandasnya

Lanjutnya “Intinya Muhammadiyah Tuban sami’na waatho’na terhadap keputusan PWM mengusung pak Najib Hamid dan pak Zainudin Mailiki, adapun mengenai biaya saksi dan lain sebagainya barangkali bisa ditanggung oleh tiap PDM namun tentu dibahas lagi oleh PWM”

Foto wakil ketua PWM Jawa Timur, Nur Cholis Huda saat memberi pengajian (Iwan)

Sementara itu Nur Cholis Huda dalam kajiannya seputar memilih pemimpin menyampaikan bahwa, Muhammadiyah itu netral. Ada netral pasif, netral aktif dan netral mutualistis

“Muhammadiyah itu netral. Ada yang netral pasif yaitu ngurusi dakwah saja, tak peduli urusan politik, yang kedua netral aktif yaitu membebaskan kadernya berpolitik dan menyebarkan ke berbagai kekuatan politik, tidak mendukung secara keseluruhan tetapi lobi dan membuka komunikasi dengan banyak pihak, dan yang ketiga netral mutulaistis yaitu tetap netral tetapi mendapatkan keuntungan untuk perjuangan, hal ini yg perlu dirumuskan” tuturnya

Nur Cholis Huda juga menyinggung tentang kriteria pemimpin berdasarkan referensi al-Qur’an.

“Pemimpin itu Pertama memiliki rekam jejak hidup yang baik, (Yusuf. 12/24). Benar niatnya, benar tauhidnya, benar akhlaknya, benar ibadahnya, benar keluarganya” ucapnya

“Yang kedua punya integritas (Yusuf.12/32). Tidak mampu dirayu dan tidak mempan diancam” tuturnya

Lanjutnya, “Yang ketiga, berani mengambil resiko (Yusuf.12/33). Tugas penting seorang pemimpin adalah mengambil  keputusan. Ada keputusan yang mudah dan ada keputusan sulit yang mengandung resiko, oleh karena itu pemimpin harus berani ambil resiko”

“Keempat, mampu membangun trust (Yusuf.12/54). Pemimpin yang rekam jejaknya baik memiliki intergritas menjadi modal membangun kepercayaan, orang lainpun tidak ragu memberikan kepercayaan kepadanya” tandasnya

“Yang kelima, mampu membangun jaringan (Yusuf.12/45). Rasulullah berpesan, jika ingin dilapangkan rezeki dan dipanjangkan usia, maka lakukan silaturahim” ucapnya

“Keenam, pemimpin harus mampu mengamankan asset, paham persoalan dan mampu memberi solusi (Yusuf.12/55). Dua jaminan ini sangat penting bagi Negara atau organisasi yaitu sanggup menjaga asset dan menguasai persoalan yang dihadapi” tuturnya

Lanjut dia, “Yang ketujuh paham taktis dan strategi. Dari Abu Dzar: Ya Rasulullah, tidakkah engkau berkenan memberi jabatan kepadaku? Nabi kemudian merangkul pundakku. Lalu berkata: Abu Dzar kamu orang lemah. Dan jabatan adalah amanah. Kelak di hari kiamat jadi sumber kesulitan dan penyesalan. Kecauali yang memperolahnya dengan benar, menunaikan kewajibannya  dan memenuhi tangung jawabnya  (HR. Muslim).”

Foto jama'ah pengajian bulanan PDM Tuban (Iwan)

Menanggapi keraguan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam pilgub Jawa Timur nanti Nur Cholis Huda mengatakan bahwa jika pilgub Jawa timur ini dianggap semuanya tidak ada yang baik, maka pilihlah yang baik dari yang tidak baik

“Jika semua calon ini tidak ada yang dianggap baik, maka pilihlah yang baik dari yang tidak baik dalam pilgub nanti” pungkasnya

“Dalam hal ini ‘Aisyiyah lebih solid dari Muhammadiyah. Jika pusat bilang jangan pilih  pemimpin itu, maka semua patuh sampai ke ranting, kalau Muhammadiyah, masih mempertimbangkan ini dan itu” tuturnya

Iwan Abdul Gani

Shared Post: