'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Inilah Nasihat Penuh Makna Disampaikan Ketua PDM Tuban Saat Khutbah Pernikahan Putra Keduanya Bernama Muhammad Fikri Jauhari
26 Januari 2019 18:15 WIB | dibaca 633
Foto keluarga dan menantu usai melangsungkan akad nikah (iwan)
 
Nikah merupakan perjanjian suci yang di dalam al-Qur'an disebut "miitsaaqan ghalizhan". Sementara di dalam Undang-undang nomor 1 tahun 1974 pasal 1 menyebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara laki-laki dan perempuan untuk membentuk keluarga yang bahagia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. 
 
Hal tersebut di atas disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tuban, H. Nurul Yaqin SH di awal khutbah pernikahkan putra keduanya bernama Muhammad Fikri Jauhari, SH, M.Kn di Masjid Jami' kota Kediri Sabtu (26/1/2019)
 
"Anakku Fikri, sebentar lagi kamu akan akad nikah yang berarti kamu akan menjadi imam bagi calon isterimu, karena itu pesan saya, jadilah imam yang baik, bimbinglah isterimu untuk menjadi wanita yang shalihah untuk bersama-sama menggapai surganya Allah swt." Tutur pria yang akrab disapa Pak Yaqin
 
Dia meminta kepada kedua calon mempelai agar menjadikan pernikahan tersebut semata-mata diniatkan karena Allah dan memenuhi sunnah Rasulullah saw. Sebagaimana yang tertera dalam sabda Nabi bahwa, "Nikah adalah sunnahku (jalan hidup, red), barang siapa yang tidak mengikuti sunnahku maka bukan termasuk golonganku."
 
"Di dalam perjalanan nanti, pasti akan ada riak-riak, ujian dan cobaan karena hidup ini merupakan ujian (sebagaimana dalam surah al-Mulk: 2, red) Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa di antara kamu yang paling baik amalnya." Pintanya
 
H. Nurul Yaqin, SH menyampaikan khutbah pernikahan (Iwan)
 
Ujian menurut dia bisa berbentuk kenikmatan bisa juga berupa cobaan. Kata dia bahwa sesuatu yang tidak diharapkan dalam kehidupan manusia akan datang. Oleh karena itu dia berpesan pada putranya apabila ujian tersebut dalam bentuk kesenangan, maka hendaklah bersyukur, namun jika ujian itu berupa cobaan, maka mintalah kepada Allah dengan sabar dan shalat.
 
"Anakku Fikri. Rumah tangga yang akan kalian bina nanti, hiasilah dengan nilai-nilai agama, hiasilah dan sinarilah rumah tanggamu dengan shalat dan bacaan ayat-ayat suci alqur'an." Ucapnya
 
Dengan suara tersendat, terharu karena bahagia, penuh perasaan mendalam, dia mengatakan pada putra dan calon menantunya  bahwa setiap orang tua selalu mendoakan yang terbaik bagi putra-putrinya, oleh karena itu dia berharap agar putra-putrinya selalu berbakti pada kedua orang tuanya.
 
"Oleh karena itu anakku Fikri ajarilah calon isterimu nanti agar supaya berbakti kepada kedua orang tuanya begitu juga calon menantuku, ajarilah suami kelak agar selalu berbakti kepada orang, karena keberuntungan itu akan kalian dapat apabila kalian berbakti kepada kedua orang tua." Harapnya
 
Lebih lanjut dia mengatakan betapa banyak orang-orang terdahulu yang mendapatkan keberuntungan dalam hidupnya dikarenakan dalam hidupnya, mereka selalu berbakti kepada kedua orang tuanya.
 
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa, tidak ada do'a yang mustajab kecuali do'a yang dilantunkan oleh seorang isteri atas suaminya, dan juga do'a yang dilantunkan orang tua atas putra-putrinya.
 
"Kami sekeluarga akan selalu mendoakan keberhasilan dalam rumah tangga kalian.  Insya Allah dengan bekal ilmu yang telah kau dapat, akan menjadikan rumah tanggamu sakinah, mawaddah wa rohmah." Pungkasnya
 
Perlu diketahui juga bahwa, pernikahan anak kedua dari ketua PDM Tuban kali ini dibilang istimewa dikarenakan jarak antara hari pernikahan dan prosesi lamaran resmi hanya berjarak satu hari. Yaitu melamarnya pada Jum'at 25 Januari dan menikahnya pada hari Sabtu 26 Januari 2019. 
 
Dan yang menjadi menantu kedua Ketua PDM kali ini adalah seorang perempuan berasal dari kota Tahu yaitu Kediri bernama Nur Reski Lestari, dan yang menarik lagi adalah antara putra dan menantunya sama-sama bergelar SH, M.Kn.
 
Iwan
Shared Post: