'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Ini Yang Disampaikan Ketua 'Aisyiyah dalam Acara Baitul Arqom Guru dan Karyawan Muhammadiyah Tuban
25 Februari 2018 15:08 WIB | dibaca 878
Foto Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Tuban, Hj. Nefi Mudholifatin saat menyampaikan materi ( Iwan Abdul Gani)
 
Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tuban setelah sukses mengadakan Baitul Arqom zona satu di MIM Karangagung Palang kini  Baitul Arqom guru dan karyawan amal usaha Muhammadiyah zona kedua dengan tema ‘Meneguhkan Ideologi Muhammadiyah’ diadakan di aula SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban Sabtu dan Ahad (24-25/02/2018). 
 
Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kabupaten Tuban, Hj. Nefi Mudholifatin sebagai salah satu pemateri yang menyampaikan materi tentang Peran AUM terhadap Muhammadiyah dan ORTOM.
 
Dalam penyampaiannya, Ketua PDA menyatakan bahwa adanya baitul arqom ini sebagai sarana untuk lebih mengetahui tujuan didirikannya amal usaha Muhammadiyah. "Dengan adanya Baitul Arqom ini supaya kita lebih mengetahui tentang tujuan didirikannya amal usaha Muhammadiyah, di antaranya adalah untuk memperkuat persyarikatan."
Foto Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Tuban, Hj. Nefi Mudholifatin saat menyampaikan materi ( Iwan Abdul Gani)
 
"Untuk memperkuat persyarikatan tersebut dengan cara anak didik kita, kita kuatkan akidahnya sesuai dengan yang ada dalam pelajaran Kemuhammadiyahan." Ucapnya
 
Ketua 'Aisyiyah juga berbicara tentang Organisasi perempuan Muhammadiyah yang bernama 'Aisyiyah."Aisyiyah adalah organisasi dakwah perempuan persyarikatan Muhammadiyah yang diririkan setelah lima tahun Muhammadiyah berdiri, yang saat berdiri, 'Aisyiyah langsung mendirikan lembaga pendidikan yang dinamakan 'Sapa Tresna', dari Sapa Tresna inilah berkembang menjadi TK 'Aisyiyah Bustanul Athfaf (TK ABA)." Ujarnya
 
Ketua 'Aisyiyah menyatkan " Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Tuban sudah mempunyai 22 lembaga pendidikan TK dan 17 lembaga KB/PAUD. Hal ini tidak bisa kita lakukan kalau di dalamnya tidak ada perjuangan ibu-ibu yang tergabung di dalam kepengurusan baik di tingkat daerah, cabang maupun ranting."
 
Terkait perkembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah Tuban, ketua PDA menyarankan agar  lembaga-lembaga tersebut menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah setempat. "Bagaimana caranya agar kita bisa memajukan hal ini, sapah satunya adalah jejaring dengan pemerintah kabupaten setempat, ini sangat penting." Ucapnya
 
"Aisyiyah Tuban sendiri sudah melakukan itu, tahun 2015 sampai dengan 2020 banyak program-program kita sinergikan dengan pemerintah daerah, di antaranya dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan." Kata ketua PDA
 
Lanjut dia, " Waktu baitul Arqom di Rumah Sakit Muhammadiyah, kami juga meminta kepada direktur (dr. Indah Kusuma Dewi, red) untuk mendata ibu-ibu (karyawati) supaya nanti bisa kami sinergikan dengan 'Aisyiyah baik itu di daerah, cabang maupun ranting."
 
Tentang dampak negatif dari teknologi terhadap prilaku anak, ketua PDA menyampaikan kepada para peserta baitup arqom agar selalu update.
Foto Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Tuban, Hj. Nefi Mudholifatin saat menyampaikan materi ( Iwan Abdul Gani)
 
"Dulu kalau anak-anak kita di rumah, kita senang, tetapi sekarang, kita harus berfikir berkali-kali. Ketika anak kita di rumah, masuk dalam kamarnya lalu mengunci pintu, kita bertanya ada apa jadi begini? Kalau kita tidak selalu update dengan teknolgi sekarang, kitapun tidak bisa memberikan arahan pada anak-anak kita."
 
Di akhir penyampaiannya ketua PDA mengajak kepada peserta baitul Arqom agar meluangkan waktu untuk persyarikatan melalui AUM dan ORTOM.
 
"Marilah kita semua, berawal dari diri kita, ayo bergabung dalam persyarikatan ini, luangkan waktu mengurus amal usaha baik itu dalam Muhammadiyah maupun ORTOM 'Asiyiyah, karena AUM dam ORTOM adalah ujung tombak penguatan persyarikatan, AUM dan ORTOM ibarat busur dan anak panah yang siap memperjuangkan persyarikatan yang ada."
 
Iwan Abdul Gani
Shared Post: