'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Ini Yang dibahas Pada Pertemuan Rutin IGABA Tuban
23 Februari 2019 12:16 WIB | dibaca 802
 
Bertempat di Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Leran Wetan, diadakan pertemuan rutin Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA), Sabtu (23/2/2019). Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan dari KB dan ABA Aisyiyah  se-Kabupaten Tuban.
 
"Aisyiyah Bustanul Athfal Tuban terutama Palang bisa menjadi contoh bagi yang lain. Kalau ditanya TK, maka jawabannya TK ya Aisyiyah."ucap Ketua PCA Palang, Lilik Muyasaroh dalam sambutannya
 
"Semoga kesempatan ini kita saling menguatkan dan melengkapi untuk tujuan yang mulia yaitu membesarkan Aisyiyah."harapnya
 
Lebih lanjut dia berharap semoga apa yang dilakukan oleh para anggota Aisyiyah terutama para  pendidiknya selama ini diniatkan hanya karena Allah SWT.
 
Ketua IGABA Pimpinan Daerah Aisyiyah Tuban Khayatun dalam sambutannya berharap semoga guru TK yang lulus ASN tidak ditarik ke sekolah-sekolah negeri. "Saya berdoa semoga tidak ditarik. "harapnya
 
Kata dia bahwa tiap 2 tahun sekali Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur punya program Aisyiyah Kindergaten Marching Turnament. Acara tersebut akan digelar pada 17 Maret 2019 yang akan datang.
 
"Untuk Tuban diwakili dau sekolah yaitu TK Tambakboyo dan Kerek. Jika Tahun sebelumnya ganya dapat harapan semoga berikutnya dapat juara. Tuban harus juara." Ujarnya
 
Dia juga mengnformasikan bahawa ketika pertemuan IGABA dengan Pimpinan Wilayah Aiayiyah Jawa Timur diputuskan bahwa  untuk LKS, anak-anak diwajibkan membeli, pesannya langsung lewat IGABA. 
 
"Karena koperasi Aisyiyah sudah banyak yang menangani, maka untuk LKS langsung lewat IGABA" imbuhnya
 
 
Eliya selaku Ketua DIKDASMEN mengapresiasi terhadap perkembangan KB dan TK Aisyiyah selaam ini. 
"Saya mengapresisasi ibu-ibu yang telah berjuang membesarkan Aiasyiyah Bustanul Athfal semoga kerja kerasnya mendapat balasan yang terbaik dari Allah."harapnya
 
Berdasarkan akreditasi di tahun 2018 yang lalu,  mutu TK ABA mengalami kemajuan. Karena sebelumnya kata dia hanya ada 2 TK ABA yang dapat akreditasi A, untuk 2018 ada 6. "Ini karena kerja keras ibu-ibu semua". Pungkasnya
 
Brand image di masyarakat itu penting, untuk bisa menciptakan brand image, salah satunya harus mengikuti instrumen yang berlaku di antaranya kurikulum. Oleh karena itu dia meminta semua KB dan TK Asiyiyah harus mengikuti kurikulum yang berlaku.
 
"Harapan dari Aisyiyah Wilayah tiap KB dan Aisyiyah Bustanul Athfal ada pendidikan Al-Qur'an. Jadi sebelum pembelajaran sentra dimulai diawali dengan pembelajaran Al-Qur'an. Harapannya TK juga bisa menjadi TPQ."pintanya
 
Sebagai ketua DIKDASMEN, dia akan berusaha untuk mengurus perijinan terkait TK plus TPQ melalui instansi terkait.
"Jika sudah mempunya izin, maka kemudahan-kemudahan akan mudah pula didapatkan. Tentang nama TPQ, saya persilahkan pada ibu-ibu yang penting namanya baik."
 
Tambah dia "Saya harapkan ada keunggulan-keunggulan di masing-masing lembaga hal ini bisa disesuaikan dengan kearifan lokal. Ada ciri khas dari masing-masing lembaga sehinggga kita punya beberapa TK yang bisa menjadi percontohan TK se-Kabupaten Tuban. Sementara ini sudah ada beberapa TK ABA yang menjadi gugus inti." ujar Eliya
 
Menghadapi pegelaran 100 tahun atau 1 abad TK Aisyiyah Bustanul Athfal  yang akan datang, dia meminta pada semuanya untuk berparpitisapasi dalam memerihakan ajang tersebut.
 
Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh ketua Lembaga Kebudayaan Kecamatan Palang  Tasripah. Dia megatakan bahwa dalam waktu dekat Lembaga Kebudayaan akan menggelar lomba gugus. Oleh karena itu dia meminta budaya literasi di pendidikan KB dan TK Aisyiyah ditingkatkan terutama muatan agama dan budaya. 
 
"Ibu-ibu nanti bisa mengarang cerita. Materi yang bermuatan agama dan budaya lebih diperbanyak." ujarnya
 
Dia berharap Asiyiyah bisa memberi yang terbaik lewat lembaga pendidikannya sehingga bisa Aisyiyah bisa mewarnai pendidikan di Kabupaten Tuban.
 
Dia juga memotifasi para guru KB dan TK Aisyiyah se-Kabupaten Tuban untuk terus bersemangat dalam mengelola pendidikan melalui Aisyiyah.
 
Pada pertemuan tersebut juga dimanfaatkan oleh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bancar untuk mensosialilasikan Pondok Pesantren dan Muhammadiyah Boarding School (PP/MBS). Karena baru berdiri maka MBS Bancar hanya membuka 1 kelas. 
 
Iwan
Shared Post: