'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Hasil Pelatihan Produk Kue Oleh Aisyiyah Cabang Kerek Dinyatakan Memuaskan Dan Layak Dipasarkan
10 Desember 2018 00:39 WIB | dibaca 1023
 
Pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Kerek, kabupaten Tuban menurut Mudhofir, SH (Sekdes Margomulyo) memiliki peluang untuk mengembangkan usaha, hal ini dikarenakan letaknya yang dekat dengan pasar. Hal tersebut disampaikan oleh dia saat memberi sambutan kegiatan pelatihan pembuatan kue kering dan kue basah.
 
"Peluang untuk menjadi pengusah katering sangat besar karena dekat demlngan pasar. yang sudah berjalan ini banyak penjual yang ambilnya dari luar, misalnya dari Tuban dan daerah-daerah lain." Ucapnya
 
Dia berharap agar Aisyiyah Cabang Kerek juga bisa mengolah bahan-bahan lokal sendiri seperti singkong, ketela. Bahan-bahan tersebut diolah dengan berbagai variasi yang menarik.
"Aisyiyah yang nota bene merupakan ibu rumah tangga, bisa mempunyai keahlian membuat kue, dan akhirnya bisa buka usaha untuk menambah ekonomi keluarga." Kata Mudhofir
 
 
Ketua PCA Kerek yang akrab disapa Bu Rodiyah mengatakan bahwa Aisyiyah Cabang Kerek berkeinginan untuk bisa buka usaha katering  atas nama Aisyiyah sendiri. 
 
"Selain keuntungannya untuk warga setempat melalui program pemberdayaan perempuan,  Aisyiyah juga bisa menambah kas pendapatan." Kata dia
 
Sebagai ketua Aisyiyah Cabang Kerek, dia berharap agar keberadaan gerakan perempuan bernama Aisyiyah tersebut bisa memberdayakan para perempuan yang ada di Kerek.
 
 
Dalam pelatihan tersebut, kata Rodiyah bahwa panitia mendatangkan instruktur yang ahli dalam pembuatan produk berupa kue kering dan kue basah. "Dalam pelatihan ini, kami juga mendatangkan instruktur yang ahli di bidang Tata Boga."
 
Dia juga sempat mencertirakan awal mula pelatihan ini dilakukan. Kata dia bahwa PT Semen Gresik memliki program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik atau yang disingkat dengan P2M.  
 
"Dengan adanya program Semen Gresik tersebut, kami mengajukan proposal pelatihan membuat kue kering (kuker)  dan kue basah ( kubas), Alhamdulillah setelah melalui proses yang panjang akhirnya lolos verifikasi dan propsal kami disetujui." Kata dia
 
Pelatihannya sendiri  kata dia dilakukan selama 5 hari yaitu dimulai tanggal 4 dan berakhir tanggal 8 desember 2018. Tempat pelatihan di balai Desa Margomulyo Kecamtan Kerek, Kabupaten Tuban.  Saat pembukaan dihadiri  kepala desa Margomulyo, FMK kecamatan serta P2M-SG.
 
 
Pada Sabtu 8 desember 2018 saat penutupan pelatihaan, sekaligus diadakan lomba membuat kue bagi peserta pelatihan dan hasilnya sangat memuaskan.
 
"Tanpa disangka Bu. camat Kerek bersama tim mengunjungi kami dan sekaligus sebagai juri. Dalam sambutan saat penutupan,  bu Camat yang bernama Yoelani Purwati menyampaikan  hasil penilaiannya.  Bu Camat mengayakan bahwa  hasilnya sangat baik dan sudah layak dipasarkan. Kata bu Camat  selain penjualan langsung (off line, red) juga sekarang sudah banyak penjualan lewat on line." Kata Ketua PCA Kerek
 
Rodiyah menambahkan bahwa, Isteri dari Camat Kerek tersebut juga berpesan agar jangan sampai berhenti setelah pelatihan, tetapi harus tetap berlanjut.
Shared Post: