'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Hari Pertama Di SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, Calon Taruna Taruni Disuguhi Materi Shalat Duha
16 Juli 2018 11:28 WIB | dibaca 828
Pemaparan materi tentang shalat duha oleh Iwan Abdul Gani
 
SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban memulai proses pengenalan lingkungan sekolah atau istilah lainnya masa orientasi siswa (MOS) bagi calon taruna taruninya pada Senin (16/7/2018). Ini merupakan hari pertama para calon taruna-taruni ini melakukan kegiatan di sekolah tersebut
 
Pada hari pertama masuk, mereka langsung diberi materi keagamaan tentang shalat duha. Hal ini dilakukan untuk menanamkan karakter keagamaan dalam diri para calon taruna-taruni baru tersebut
 
Kepada http//tuban.aisyiyah.or.od, Mufid Tohari selaku Wakasis mengungkapkan bahwa hal ini dilakukan untuk pembinaan karakter anak dalam hal pemahamana keagamaan yang berkaitan dengan ibadah shalat
 
"Ini bagian dari pembinaan karakter bagi mereka dalam hal pemahaman keislaman terutama ibadah shalat, karena tidak menutup kemungkinan di antara mereka ini ada yang belum faham betul tentang shalat baik itu yang wajib maupun yang sunnah " Ucap Mufid
 
Di samping itu, Mufid Tohari berharap agar peserta didiknya terbiasa dengan ibadah-ibadah yang sifatnya sunnah
 
"Dengan ini Saya berharap mereka bisa terbiasa melaksanakan shalat sunnah. Karena kebanyakan hanya melakukan yang wajib-wajib saja. Dan semoga mereka bisa melakukannya secara rutin di sela-sela waktu istirahat" tuturnya
 
Tambahnya, "Coba kita lihat lembaga pendidikan SMK yang lain, baik negeri maupun swasta, mereka menganjurkan siswa-siswinya melakukan shalat duha, kalau mereka saja bisa, masa kita yang berada di bawah naungan organisasi Islam bernama Muhammadiyah kalah?" 
 
Calon taruna taruni SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban mendengarkan pemaparan materi tentang shalat Duha
 
Iwan Abdul Gani, yang saat itu diminta untuk menyampaikan materi tentang shalat duha memaparkan bahwa ibadah shalat itu ada yang sifatnya wajib dan sunnah. Di antara shalat sunnah yang dianjurkan itu salah satunya adalah shalat duha
 
"Ibadah dalam Islam itu, ada yang sifatnya wajib atau diistilahkan maktub dan ada yang bersifat sunnah atau nafilah. Shalat Dhuha sendiri merupakan salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dikerjakan. Waktu pelaksanaannya, dikerjakan ketika matahari sudah terbit kira-kira sepenggal." Papar Iwan Abdul Gani di awal materinya
 
Tambah dia, "Di samping ada ibadah yang bersifat wajib dan sunnah, ada juga ibadah yang bersifat haram jika itu dilakukan tidak berdasarkan perintah atau anjuran dari Allah dan rasulNya. Contohnya, orang sembahyang di Pura, ini ibadah tetapi haram dilakukan oleh umat Ialam. Mengapa? Karena tidak ada perintah atau anjuran" 
 
Iwan juga menekankan kepada para calon taruna taruni atau siswa siswi agar ketika melakukan suatu ibadah, hendaknya difahami dulu dengan baik agar ibadah yang dikerjakan tidak sia-sia bahkan malah membawa dosa
 
"Oleh karena itu, saya tekankan di sini bahwa, ketika adek-adek inj hendak melakukan suatu ibadah, hendaknya difahami dulu dengan baik, agar ibadah yang dilakukan tidak sia-sia. Karena ibadah yang dilakukan tanpa dasar akan membawa dosa. Tuturnya
 
Redaksi: http//tuban.aisyiyah.or.id
Shared Post: