'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Hadirkan Para Caleg Pada Muspimda Muhammadiyah dan Aisyiyah Tuban, Nurul Yaqin Mengatakan Hal-hal Berikut
03 Maret 2019 21:37 WIB | dibaca 1172
 
Muhammadiyah sebagai Ormas Islam terbesar kedua di Indonesia yang menitik beratkan perjuangan melalui gerakan sosial dan pendidikan. Sebagai organsisai dakwah, Muhammadiyah secara struktural tidak berpolitik praktis, hal tersebut bukan berarti Muhammadiyah anti politik. Muhammadiyah memberi peluang pada warganya untuk terjun di dunia politik dengan harapan mampu mewarnai perpolitikan di Indonesia dan dapat menyuarakan aspirasi umat.
 
Berangkat dari hal tersebut maka pada Musyawarah Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Tuban, yang digelar di SMK Pelayaran Muhammadiyah pada Ahad (3/3/2019) menghadirkan waraganya yang saat ini duduk di kursi Dewan baik Daerah maupun wilayah serta warhanya yang mencalonkan diri sebagai anggota legislative pada Pemilu 2019.
 
Tahun 2018-2019 merupakan tahun politik. Di era Milenia yang kedua ini, Muhammadiyah memutuskan untuk “Jihad Konstitusi”. Muhammadiyah yang merupakan organisasi Islam juga ikut serta dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hala tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban Nurul Yaqin SH saat membuka Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) Muhammadiayah dan Aisyiyah Kabupaten Tuban.
 
“Merupakan kewajiban bagi Muhammadiyah demi perkembangan Negara Republik Indonesia agar suapaya lurus sesuai dengan tujuan didirikannya Negara Republik Indonesia.” Ucap orang nomor satu di Muhammadiyah Tuban itu
 
Kata dia bahwa selama ini Muhammadiyah selalu berperan aktif dalam mengawal diterbitkannya Undang-undang atau peraturan pemerintah yang menurut pandang Muhammadiyah kurang membawa manfaat atau menyimpang bagi masyarakat, Muhammadiyah mengadakan uji materi atau Udicial refiew di Mahkamah Konstitusi.
 
Tercatat beberapa undang-undang yang sudah diuji materi oleh Muhammadiyah dan menang di antaranta Undang-undang tentang Rumah sakit dan Undang-undang tentang air.
 
“Maka jihad konstitusi itu tidak hanya bermain di hulu tetapi juga sampai di hilir. Karena itulah kita memutuskan untuk menugaskan bapak Nadjib Hamid di Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI, red). Sudah jadi kewajiban berorganisasi untuk mensukseskan agar Muhammadiyah ada perwakilannya di Dewan Perwakilan Daerah bapak Nadjib Hamid no 41 Baik.”ujarnya
 
Di samping itu kata dia, tidak hanya menempatkan di DPD yang kewenangannya terbatas, maka Muhammadiyah juga mendorong warga Muhammadiyah yang punya kecendrungan di dunia politik agar supaya maju mencalonkan diri jadi anggota legislative melalui berbagai partai politik, baik di tingkat Pusat, Wilayah maupun Daerah.
 
“Maka pada hari ini kami undang juga warga Muhammadiyah yang menjadi anggota Dewan dan calon leguslative dari berbagai partai politk.” Pungkasnya
 
Dia juga menginformasikan pada peserta Muspimda bahwa ada keluarga Muhammadiyah yang sudah menjadi anggota legislative Wilayah Jawa Timur bernama Agus Maimun yang kata dia telah berkontribusi kepada Muhammadiyah melalui lobi-lobi yang dilakukannya sehingga Muhammadiyah maupun Aisyiyah mendapatkan bantuan dari pemerintah propinsi jawa Timur melalui dana hibah, yang jika dijumlahkan secara keseluruhan kurang lebih mencapai 6 M.
 
“Rekan-rekan anggota Dewan, baik itu Pak Agus Maimun, termasuk Pak Agung, Pak Mashadi dan rekan-rekan yang lain saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya. Kebaikan apapun yang dilakukan akan mebawa manfaat bagi orang lain.” Ucap Pria yang akrab disapa Pak Yaqin
 
Agus Maimun yang namanya disebut berulang-ulang pada acara tersenut, pada tahun tahun 2019 ini mencalonkan diri sebagai anggota legislative dari Partai Amanat Nasional.
 
Sang ketuapun menyeru kepada para Caleg yang membawa aspirasi rakyat agar memperhatikan apa yang telah dicetuskan oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah terdahulu yaitu apapun aktifititas yang dilakukan hendaklah dilakukan dengan cara yang baik.
 
Jelang pemilu perhelatan akbar di 2019, atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban, Nurul Yaqin meinta kepada seluruh warga Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu nanti.
 
“Jangan sampai Golput, meskipun hal itu terserah yang bersangkutan bisa digunakan bisa tidak, tetpi atas nama Pimpinan Daerah saya mohon agar hak itu digunakan sesuai dengan nuraninya.” Pintanya
 
Mengenai siapa calon yang harus dipilih, kata dia, warga Muhammadiyah dan Aisyiyah sudah cerdas dalam memilih pemimpin jadi tidak perlu diajarkan harus memilih siapa?
 
“Seorang hamba sahaya (budak, red) baru akan tahu ketika dipecut, tetapi kita warga Muhammadiyah maupun Aiayiyah adalah orang yang merdeka (bukan budak, red), cukup dengan isyarat sudah mengetahui siapa yang harus dipilih.”kata dia
 
Dia juga menganjurkan kepada warga Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk mendukung Nadjib Hamid sebagai anggota DPD RI Dapil jawa TImur, Nomor 41 dengan cara memilihnya pada pemilu 2019 yang akan dislenggarakan pada bulan April mendatang.
 
Tidak hanya secara individu, dia meminta agar mengajak keluarga, tetangga masing-msing. ‘Mari kita dukung bersama-sama agar supaya utusan dari Muhammadiyah bisa berkibar di Senayan yaitu bapak Nadjib Hamid.”
 
 
Di sela-sela Muspimda, Nurul Yaqin menyempatkan diri untuk melakukan audinsi dengan para anggota Dewan maupun para Caleg. Dalam auidensi tersebut dia menghimbau agar politik hendaknya diniatkan untuk ibadah. Dia juga meminta agar senantiasa menjalin ukhuwah dan silaturahim yang baik antar kader dan warga Muhammadiyah.
 
Iwan Abdul Gani
Shared Post: