'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Drs. KH. Basuki Rahmat: Anak Karakatau Bisa Meletus Siapa Yang Membuat Angop Seperti Itu?
30 Desember 2018 14:56 WIB | dibaca 863

Drs. KH. Basuki Rahmat memberi sambutan pada seminar Pemberdayaan Permpuan dan Perlindungan Anak (iwan)

“Barangkali kok menawi ibu-ibu Aisyiyah ini ada yang tiap tahun mengadakan peringatan tahun baru ngelencer ke alun-alun sampai jam 1 jam 2, buang waktu, buang umur percuma, maka saya atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabuten Tuban menghimbau jangan sampai diteruskan.” Ucap KH. Basuki Rahmat saat memberi sambutan dalam Seminar Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Tuban di Aula SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, Ahad (30/12/2018)

KH. Basuki Rahmat yang saat itu mewakili Ketua PDM Tuban KH. Nurul Yaqin karena sedang tour dakwah di Malasia mengatakan bahwa, peringatan tahun baru Masehi yang dominan dengan kegiatan-kegiatan maksiat  merupakan perbuatan sia-sia, yang harus dijauhi agar tidak mendatangkan kemurkaan Allah.

Dia juga mengatakan bahwa, terjadi rentetan bencana alam berupa gempa, gungung meletus dan tsunami di negeri ini bisa difahami sebagai peringatan, azab atau juga ujian tergantung sudut pandang masing-masing.

“Kita menyaksikan tiga bulan yang lalu di NTB Lombok terjadi bencana tsunami, selang beberapa lama terjadi lagi di Palu, Donggala dan sekitarnya, penderitaan belum selesai terjadi lagi di Jawa Timur (Jember, red). Air mata belum kering, sekarang ini terjadi di Banten, Bengkulu dan sekitarnya.” Tuturnya

Ketika terjadi yang demikian kata dia para ahli geologi berdasarkan teori ilmu pengetahuan yang dimilkinya berpendapat bahwa hal tersebut terjadi karena adanya pergeseran lempengan bumi dan erupsi anak gunug Karatau.

“Sebagai orang yang beriman, anak gunung Karatau bisa meletus, siapa yang membuat angop seperti itu? Gak mungkin anak Krakatau bisa meletus, terjadi tsunami tanpa ada yang menggerakkan. Semua itu Allah yang menggerakkan.” Ucap sang Kiyai

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa, Allah menggerakkan demikian itu karena Allah sudah murka terhadap hamba-hambaNya yang senantiasa berbuat maksiat di mana-mana. “Narkoba mudah dikonsumsi generasi mudanya, para pemimpin kita sudah tidak lagi amanah, anggota DPR, gubernur, bupati tidak sedikit yang ditangkap KPK.” Ujarnya

Padahal menurut dia, para anggota dewan, gubernur dan bupati ketika kampanye selalu menampilkan tulisan jujur, amanah, terpercaya, cerdas dan lain sebagainya di alat peraga kampanyenya masing-masing.

“Saya itu kepingin di banner itu ada kata-kata jangan pilih saya karena saya belum pasti amanah. Kok gak ada?” Punkasnya

Di akhir sambutannya dia berharap agar Asiyiyah yang menjadi pemimpin-pemimpin masyarakat hendaklah menjadi pemimpin yang amanah, baik pada dirinya sendiri, pada keluarga dan pada masyarakat secara keseluruhan.

 

Iwan Abdul Gani

Shared Post: