'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
DR. M. Sa'ad Ibrahim: "Semoga Muhammadiyah Mendirikan Pesantren di New Zeland"
23 Maret 2019 19:43 WIB | dibaca 1126

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur DR. M. Sa'ad Ibrahim (iwan/tuban.aisyiyah.or.id)

Muhammadiyah patut bersyukur kepada Allah atas berkembangannya Pesantren dalam kurun waktu 8 tahun belakangan ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur DR. Muhammad Sa'ad Ibrahim saat menjadi pembicara di acara Tabligh akbar sekaligus launching dan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Muhammadiya Boarding School (PP-MBS) oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bancar Kabupaten Tuban, Sabtu (23/3/2019)

"Sebentar lagi, masih periode pak Haedar Nasir, akan dilaunching Muhammadiyah Boarding School di Australia. Kita beli tanah 10 hektar untuk Muhammadiyah boarding school di Victoria Australia."kata dia

Menurut dia, sesuai dengan konsekwensi logis dari misi Islam yang  ramatan lil'alamin maka Muhammadiyah tidak hanya mengembangkan sayapnya di Indonesia saja tetapi sampai ke beberapa negara.

"Moga-moga tidak terlalu lama lagi Muhammadiyah akan mendirikan pondok pesantren di New Zeland."ucapnya disambut tepukan para undangan

Lanjutnya "di Mesir sudah ada Gedung Dakwah milik Muhammadiyah, di Pakistan, Taiwan, ada Cabang Muhammadiyah, di Inggris, di Belanda, pendek kata di banyak negara hatta itu di Thailandpun ada Pimpinan Cabang Istimewah Muhammadiyah."

Maknanya menurut dia Muhammadiyah tidak hanya untuk warga Muhammadiyah, tidak hanya untuk bangsa Indonesia bahkan untuk kemanusiaan secara menyeluruh. 

Jika Muhammadiyah hanya bermanfaat untuk warga Muhammadiyah saja, kata dia itu biasa, namun Muhammadiyah punya nilai plus ketika bermanfaat bagi Nahdlatul Ulama bahkan bermanfaat bagi seluruh elemen bangsa ini. 

"Saya merasa bangga perguruan Muhammadiyah di Sorong sana juga melahirkan pebdeta-pendeta. Banyak alumni Muhammadiyah di Sorong yang akhirnya menjadi Pendeta, karena bagaimanapun tugas Muhammadiyah mengajak untuk mengikuti hidayah Allah, soal mereka beriman atau tidak, itu urusan yang bersangkutan dengan Allah."ujarnya

lanjut dia, "inilah ta'awun untuk negeri ini. Inilah yang digariskan oleh Muhammadiyah. Karena kalau satu sama lain menyia-nyiakan energinya bahkan menyakiti satu sama lain, kapan negeri ini menjadi maju? kapan peradaban Indonesia ini berada pada puncak piramid peradaban dunia?"

Oleh karena itu Muhammadiyah kata dia mengajak kepada seluruh elemen bangsa ini untuk bersama-sama ta'awun. Apa yang dimiliki Muhammadiyah diberikan kepada negeri ini, apa yang dimiliki Nahdlatul Ulama diberikan pada negeri ini dan apa yang dimilki elem-elemen yang lain diberikan juga kepada negeri ini.

Dia mengatakan bahwa kultur di Muhammadiyah jika diberi amanah, maka manah tersebut akan dilebihkan, karena itu sudah waktunya Muhammadiyah harus menularkan konsep ta'awan tersebut untuk mengurus negara. Karena Republik Indonesia yang besar ini tidak bisa diurus oleh satu elemen saja, tetapi harus diurus oleh seluruh elemen bangsa.

 

Iwan Abdul Gani

Shared Post: