'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Di Pertemuan Bulanan Aisyiyah Cabang Palang Anang Dwi Cahyono Mengatakan "Banyak Laki-laki Yang Iri Terhadap Perempuan" Begini Alasannya
01 Februari 2019 21:42 WIB | dibaca 544
 
Banyak kaum laki-laki yang merasa iri dengan kaum perempuan dikarenakan surga berada di bawah tekapak kaki perempuan bernama Ibu. Hal tersebut disampaikan oleh Ir. Anang Dwi Cahyono pada pertemuan bulanan Pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Palang di masjid Al Azmi Cendoro, Jum'at (1/2/2019)
 
Dia mengatakan bahwa, do'a seorang ibu sangat menentukan nasib seorang anak bahkan masuk surga ataupun tidaknya seorang anak tergantung pada ibu. "Do'a seorang ibu itu luar biasa." Kata dia
 
Dia juga menceritakan sedikit pengalamannya yang pernah menjadi anggota dewan dan juga pernah dipercayakan menjadi kepala sekolah SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban dan tercatat sebagai kepala sekolah pertama di lembaga pendidikan milik Muhammadiyah tersebut.
 
"Saya pernah sekali menolak permintaan ibu, ketika ibu meminta saya untuk menjadi guru. Saya katakan pengen jadi insinyiur. Kata ibu, ya sudah kalau keinginanmu seperti itu. Begitu dapat gelar insinyiur, tahun 1992 diterima kerja di Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur. Baru jadi CPNS, saya keluar karena gak senang jadi CPNS." Tuturnya
 
Kata dia usai keluar dari Dinas Kehutanan, SMA Muhammadiyah membutuhkan guru biologi, dia lalu menghadap kepala sekolah dan mengajukan dirinya untuk menjadi guru di sekolah tersebut. "Ternyata do'anya ibu itu manjur." Ucapnya
 
Oleh karena ucapan adalah do'a terutama ucapan ibu, maka dia menghimbau kepada ibu-ibu Aisyiyah yang hadir pada pertemuan tersebut untuk tidak mengeluarkan ucapan-ucapan yang tidak baik ketika mendidik anak.
 
"Jangan mengatakan anakku nakal, tetapi ucapkan, anakku pintar, anakku soleh dan solehah." Ujarnya
 
Mengingat mustajabahnya do'a seorang ibu, maka di akhir ceramahnya, dia menunjukkan salah satu do'a yang tertera dalam surat al-Ahqaf: 15 yang berbunyi.
 
َ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ○ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجَاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ ۖ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ○
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (al-Ahqaf: 15)
 
"Ayok. Do'anya dihafalkan dan diamalkan. Ini wasiat Qur'an, karena wasiat hukumnya wajib." Kata Anang
 
Sementara itu ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Palang, Lilik Muyasaroh mengapresiasi samangat anggota Aisyiyah menghadiri pertemuan rutin bulanan tersebut.
 
"Hujan dan angin tidak menjadi penghalang kita untuk mendapatkan berkah hidup, hal ini karena didasari keikhalasan." Ucapnya
 
Kalau bukan karena niat ikhlas dan juga hidayah dari Allah, kata dia orang akan mudah mencari alasan untuk tidak hadir pada majelis seperti itu.
 
 "Tidak akan ringan melangkahkan kaki untuk mendapatkan berkah hidup kalau tidak didasari ikhlas dan hidayah dari Allah." Kata Lilik
 
Dia menghimbau agar anggota Asiyiyah lebih bersemangat lagi dan selalu menjaga kekompakan demi perkembangan Aisyiyah yang lebih baik lagi.
 
"Kompak itu tidak hitung-hitungan, kalu untuk Agama, untuk Muhammadiyah, untuk Aisyiyah." Pungkasnya
 
Iwan Abadul Gani
Shared Post: