'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Di Hadapan Peserta Muspimda Aisyiyah Tuban Hj. Neffi Mudholifati "JANGAN DUAKAN AISYIYAH"
03 Maret 2019 17:33 WIB | dibaca 771
 
Pimpinan Daerah Asiyiyah Kabupaten Tuban menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah berbarengan dengan Musyawarah Pimipinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tuban pada Ahad (3/3/2019) di SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban.
 
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Tuban, Hj. Neffi Mudholifati saat berbicara di depan peserta Muspimda mengatakan bahwa perkemangan Aisyiyah di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan. Baik dalam jumlah anggota maupun amal usahanya.
 
Kata dia, ada Pimpinan cabang yang baru saja diresmikan yaitu Pimpinan cabang Asiyiyah Kecamatan Montong. “Progres kita di periode 2015 sampai dengan 2020, bertambah 3 cabang. 2019 bertambah Montong, 2018 kemarin bertambah Pimpinan cabang Semanding, sebelumnya bertambah Pimpinan Cabang Bangilan.” Ucap Ketua PDA disambut tepuk tangan peserta Muspimda
 
Tiga cabang tersebut menurut dia menjadikan Aisyiyah Kabupaten Tuban semakin bertambah dan menjadi besar. Dia juga mengatakan bahawa ada 4 kecamatan lagi yang belum berdiri Pimpinan Cabang Aisyiyah, hal itu menjadi salah satu PR Aisyiyah Tuban. 
 
“Tiap tahun bertambah cabang baru, ini berkat kerja keras dan doa kita bersama. Insya Allah di tahun 2019 sampai 2020 kita bergerak untuk menyelasikan PR tersebut.” Pungkasnya
Di samping bertambahnya jumlah anggota Aisyiyah, amal usaha di bidang ekonomi Aisyiyah Tuban juga mengalami progres yang signifikan, di antaranya bertambahnya Koperasi yang semuanya berbasis Syari’ah.
 
“Alhamdulillah 20 koperasi syari’ah kita sudah berjalan lancar, sudah tiga kali adakan Rapat Anggota Tahunan.” kata Ketua PDA
 
Hj. Neffi Mudholifati yang saat itu menyampaikan materi tentang Ideologi Aisyiyah menyatakan bahwa, sejak Rasulullah sampai saat ini umat belum bisa melaksanakan ajaran Islam dengan sebenar-benarnya sebagaimana visi Aisyiyah yaitu tegaknya agama Islam dan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
 
“Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dimulai dari zaman Rasulullah, berarti sudah 1.500 tahun yang lalu sampai dengan saat sekarang ini masyarakta masih belum bisa.” Kata dia
Dia mengatakan bahwa ini tugas Aisyiyah untuk berdakwah amar ma'ruf nahi munkar, karena hal tersebut  merupakan tugas mulia dari Allah. 
 
“Kita hadir di sini Allah yang menakdirkan, kita masuk Aisyiyah juga Allah yang menakdirkan. Kalau Aisyiyah punya visi seperti ini, maka secara otomatis tugas ini dari Allah yang diberikan pada kita.”tandasnya
 
Ketika menyinggung ideologi Asiyiyah yang substansinya ada di muqodimah AD/ART,  kata dia hidup manusia berdasarkan tauhid, ibadah dan taat kepada Allah. Dia menekankan agar ketahudin ini benar-benr ditanamkan dalam diri anak cucu masing-masing.
 
Fenomena saat ini menurut dia, ideologi Islam mudah sekali diganti apa lagi di tahun-tahun politik saat ini. Hal tersebut terjadi kata dia karena ingin memenuhi hasrat keduniaan akhirnya melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketauhidannya.
 
“Kita harus tetap berkeyakinan bahwa Islam satu-satunya agama yang benar. Biarkan mereka yang mengatakan bahwa semua agama itu sama, kita tidak bisa seperti itu.”ujarnya
 
 
Kata dia, Aisyiyah di samping sebagai organisasi perempuan Islam, Aisyiyah juga merupakan organisasi struktural, oleh karena itu dia menghimbau agar ketentuan-ketenutan yang ditetapkan dalam AD/ART hendaklah dipatuhi. Jika ada anggotanya yang menyimpang hendalah diperbaiki, mengingat Aisyiyah juga menganut gerakan ‘TAJDID” (pembaharuan, red).
 
Ber-Aisyiyah hendaklah secara kaffah (keseluruhan) walupun menurut dia, sebagai manusia tentunya mengalami ketimpangan. Paling tidak ada perjuangan untuk menegakkan Islam lewat Aisyiyah.
 
Masih tentang ideologi. Ketua PDA Tuban meminta agar jangan menduakan Muhammadiyah dan juga Aisyiyah. Jika sudah ber-Muhammadiyah, tidak boleh ke yang lainnya, namun dia juga mengatakan bahwa jika dengan organisasi lain itu sifatnya perjuangan menggapai tujuan yang sama, maka boleh saja. Contohnya peristiwa 212, di mana banyak warga Muhammadiyah yang hadir bersama organisasi lain, tetapi tetap dalam organisasi Muhammadiyah.
 
“Tidak boleh berpoligami dalam ideologi, tidak boleh mendua. Kalau sudah ber-Aiayiyah, jangan ke yang lainnya.” Ucapnya
 
Di akhir penyampaiannya dia berharap semoga semua yang hadir pada Muspimda tersebut bisa ber-Aisyiyah dengan gembira, terecrahkan denganprogram-program yang ada di Aisyiyah.
 
Iwan Abdul Gani
Shared Post: