'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Bersamaan Dengan Launching MBS, SMA Muhammadiya 3 Bancar Mewisudakan Santri Tahfid-nya
24 Maret 2019 08:05 WIB | dibaca 946
 
SMA Muhammdiyah 3 Bancar melalui program unggulannya yaitu tahfidz Quran telah melaksanakan wisuda perdana pada hari sabtu 23 maret 2019 di perguruan Muhammadiyah Bancar 
 
Kegiatan ini dilaksanakan disela acara launching dan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Al Islam Bancar.
 
Sebanyak 6 santriwati telah dinyatakan berhasil menyelesaikan hafalan dan berhak untuk diwisudakan pada gelombang pertama. 
 
"Progam tahfidz ini diikuti oleh 19 peserta santri baik dari SMP dan SMA Muhammdiyah 3 Bancar namun gelombang pertama yang diwisuda hanya 6 santriwati. Gelombang kedua akan menyusul ."Kata Sumbang direktur program tahfidz
 
Sumbang menambahkan bahwa 6 orang sudah mencapai target hafalan 5 juz tersebut dinyatakan telah memenuhi SOP yang telah ditentukan. Santri tersebut adalah :
1. Wanda Mawardanik
2. Putri Lailatul anggraeni
3. Jessyca Melysariyndo
4. Lutfatur Rohmah 
5. Dian Nur Faizah
6. Fitriasih Lestari 
 
"Santri yang mengikuti program tahfid ini kami karantinakan selama satu bulan penuh. Hal ini kami lakukan agar mereka fokus dalam menghafal, dan hasilnya target 5 juz telah dituntaskan."ucap Sumbang
 
Lanjutnya "ada beberapa materi yang wajib dipelajari sebelum menghafal yaitu tajwid, tahsin serta talaqi sedangkan setor hafalan dilakukan di pagi dan sore hari." 
 
Selaku direktur, Sumbang menyampaikan rasa terimakasih kepada asatidzah yang telah bekerja keras penuh tanggung jawab sehingga program tahfidz bisa berjalan dengan baik.
 
"Saya bersyukur kerena dibantu oleh 3 ustadzah yaitu ustadzah Nur Wati, Ustadzah Puan Darmawanti serta Ustadzah Siswi Kurniatin, S.Pd." ucapnya
 
Program tahfidz Qur'an ini kata dia bertujuan untuk mencetak generasi Qur'ani khususnya kalangan remaja dan pelajar.
 
Penyerahan penghargaan dipimpinan langsung oleh ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur DR. M. Sa'ad Ibrahim dan disaksikan oleh ketua Ittihad Ma'hadi Almuhammadiayah (ITMAM) KH. Yunus Muhammadie, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tuban KH. Nurul Yaqin, SH
 
Dalam kesempatan tersebut KH Yunus Muhammadie mengatakan bahwa saat ini orang tua lebih tertarik menyekolahkan anaknya pada lembaha pendidikan yang di dalamnya ada program tahfidz secara terpadu.
 
Oleh karena itu dia berpesan agar jangan memisahkan kurikulum pesantren (tahfidz, red) dengan kurikulum pendidikan umum.
 
“Jika ingin pondok ini maju, maka harus direformasi kalau perlu direvolusi. Pondoknya harus terpadu, jangan seperti kos-kosan, harus satu manajemen, karena pondok-pondok seperti itulah yang akan berekambang dan maju.”pesannya
 
Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban, KH. Nurul Yaqin berharap dengan berdirinya Ponodok Pesantren Muhammadiyah Boarding School, lembaga tersebut bisa lebih banyak mencetak hafidz dan hagidzoh.
 
"Semoga MBS Bancar bisa menjadi contoh bagi MBS yang lain, khususnya di Kabupaten Tuban."harapnya
 
Iwan
Shared Post: