'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Akhir Hayat 'Ulama Penentang Sunnah
13 Juli 2021 16:24 WIB | dibaca 1420
 
"اللهم ارزقني الوفاة في بلد حبيبك المصطفى"
Ya Allah Wafatkan aku di negara tempat kelahiran kekasih Mu, Al-Mushtafa صلى الله عليه وآله وسلم
 
Itulah doa yang tidak pernah putus dilantun Syaikh Muhammad Al Ghazali sepanjang hayatnya. Ulama Besar asal Mesir yang telah melanglang buana ke berbagai negara.
 
Keluarga dan para murid Syaikh Al-Ghazali merasa aneh dengan doa tersebut. Bahkan mustahil untuk diwujudkan, mengingat tempat tinggal beliau yang jauh dari Arab Saudi. Apalagi kondisi Syaikh sudah mulai sakit-sakitan. 
 
Namun tidak ada yang mustahil bagi Allah, karena pada tahun 1996 Syaikh Al-Ghazali mendapat undangan untuk hadir dalam sebuah Muktamar di Riyadh.
 
Murid-murid beliau memohon kepada Syaikh agar tidak memenuhi undangan tersebut karena dikhawatirkan ada orang-orang yang menyerang Syaikh disebabkan ketidaksukaan mereka terhadap sepak terjang dakwah Syaikh Al-Ghazali.
 
Saran yang sama juga disampaikan para dokter. Mereka mencegah Syaikh untuk bepergian dan tetap dapat mengontrol emosionalnya. 
 
Namun Syaikh Al-Ghazali tetap bersikeras dan bertekad menghadiri undangan tersebut. Beliau berangkat dan menyampaikan pendapatnya dalam Muktamar tersebut.
 
Salah seorang diantara peserta yang hadir menuduh Syaikh sebagai penentang dan memusuhi sunnah. Syaikh Al-Ghazali geram ketika mendengar tuduhan tersebut. Dengan suara lantang beliau menyampaikan sikapnya terhadap As-Sunnah.
 
Kalimat terakhir yang beliau sampaikan saat itu adalah " نريد أن نحقق في الأرض لا إله إلا الله"
Kami ingin mengimplementasikan kalimat Laa Ilaaha Illallah di muka bumi.
 
Syaikh Al-Ghazali tersungkur di atas meja pembicara setelah mengucapkan kata لا اله الا الله. Beliau terkena serangan jantung dan meninggal seketika di lokasi Muktamar. 
 
Putra Mahkota Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz atas saran dari Syaikh Abdul Aziz bin Baz (Mufti Kerajaan Saudi) memerintahkan agar jenazah Syaikh Muhammad Al-Ghazali dimakamkan di Madinah Al Munawwarah.
 
Syaikh Dr. Zaghlol An-Najjar yang saat itu berada di Madinah memberikan kesaksian,
"Ketika jenazah Syaikh tiba di Madinah, ternyata banyak pesawat pribadi dan carteran dari berbagai negara yang tiba di bandara Madinah. Begitu banyak orang yang hadir untuk ikut menshalatkan jasad Syaikh Muhammad Al-Ghazali di Masjid Nabawi. Saking banyaknya orang yang mengantar ke pemakaman, orang saling berdesakan. Ujung pengantar jenazah sudah tiba di pekuburan Baqi, namun bagian akhirnya masih berada di Masjid Nabawi."tuturnya
 
Seorang lelaki yg biasa menggali kubur di Baqi mengatakan, "Syaikh Muhammad Al-Ghazali ini sangat aneh. Sebelumnya aku selalu mendapatkan tanah yang keras dan susah untuk digali. Namun semuanya berubah ketika aku menggali lubang kubur untuk beliau. Tanahnya lunak dan mudah untuk digali."ucap penggali kubur
 
Makam beliau diapit dua sosok ulama besar yaitu Nafi maula Ibnu Umar dan Malik bin Anas pengasas Madzhab Maliki. 
 
Posisi makam beliau yang berada di antara ulama ahli fiqh dan ahli hadis itulah yang menyebabkan beliau setelah wafatnya mendapatkan julukan "Jenazah sang Penjaga" dan seolah ingin menegaskan bahwa tuduhan sebagai "penentang sunnah" adalah tidak benar.
 
#UlamaKontemporer #PembelaSunnah #MuhammadAlghazali
 
#Aboer
 
Akmal Burhanuddin
 
Hakey Bangil
Editor: Iwan Abdul Gani
Shared Post: